Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Awal Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret, Menunggu Keputusan Sidang Isbat

Awal Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret, Menunggu Keputusan Sidang Isbat

Berita Utama Jumat, 28 Februari 2025 18:29 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Makasar – Badan Hisab Rukyat Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan bahwa 1 Ramadan 1446 Hijriah akan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan hilal atau bulan sabit yang dilakukan di Makassar, Sulsel, pada Jumat (28/2/2025) sore. Dengan demikian, umat Islam di wilayah tersebut diharapkan memulai puasa wajib pada besok hari.

Ketua Bidang Hisab Rukyat Sulsel, Abbas Padil, menjelaskan bahwa hasil perhitungan menunjukkan matahari terbenam di Makassar terjadi pada pukul 18.21 WITA, sementara bulan terbenam pada pukul 18.37 WITA. “Bulan terbenam sekitar pukul 18.37 WITA, tinggi lihat hilal 3 derajat 38 menit. Azimut matahari dari utara ke selatan 262 derajat 06 menit 13 detik, Azimut bulan 263 derajat 38 menit 59 detik, posisi hilal 1 derajat 33 menit sebelah utara matahari dan lama hilal di atas ufuk 16 menit,” ungkap Abbas.

BACA JUGA:  KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Advertisement

Meskipun hasil pemantauan di Makassar menunjukkan awal Ramadan jatuh pada Sabtu, Abbas menegaskan bahwa kepastian penentuan awal Ramadan secara nasional masih menunggu hasil sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama di Jakarta sore ini. “Maka dari itu tanggal 1 Ramadan jatuh pada 1 Maret, namun kita menunggu hasil rapat isbat dari Kementerian Agama,” kata Abbas.

Sementara itu, Koordinator Bidang Observasi BMKG Wilayah IV Makassar, Jamroni, menyampaikan bahwa waktu pengamatan hilal di Makassar hanya berlangsung sekitar 18 menit setelah matahari terbenam. “Jadi kita punya waktu pengamatan kurang lebih 18 menit dari tenggelamnya matahari, kemudian disusul tenggelamnya bulan dengan ketinggian hilal di atas ufuk adalah 3,02 derajat,” jelas Jamroni.

BACA JUGA:  KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli: Sudah Masuk Ranah Penyidikan Tindak Pidana

Namun, Jamroni menambahkan bahwa berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), hilal harus berada di atas 3 derajat dengan elongasi sekitar 6,4 derajat. Sayangnya, hampir seluruh wilayah di Indonesia belum memenuhi persyaratan tersebut, kecuali Aceh. “Hampir seluruh tempat di Indonesia sudut elongasi belum terpenuhi, yang sudah terpenuhi semua kriteria MABIMS itu ada di wilayah Aceh. Jadi kemungkinan yang punya potensi sangat besar untuk dapat melihat pengamatan hilal adalah lokasi Aceh,” paparnya.

Hasil pengamatan hilal dari berbagai wilayah, termasuk Makassar dan Aceh, akan diserahkan kepada Kementerian Agama sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar di Jakarta sore ini. Keputusan resmi mengenai awal Ramadan 1446 H akan ditetapkan setelah sidang isbat selesai dilaksanakan.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version