Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dosen UGM Sengaja Liburkan Mahasiswa Agar Bisa Bergabung dalam Aksi Tolak Revisi UU TNI

Dosen UGM Sengaja Liburkan Mahasiswa Agar Bisa Bergabung dalam Aksi Tolak Revisi UU TNI

Berita Utama Selasa, 18 Maret 2025 17:54 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Yogyakarta – Dosen-dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta memutuskan untuk meliburkan kelas pada Selasa siang (18/3/2025) agar mahasiswa dapat berpartisipasi dalam aksi penolakan revisi Undang-Undang TNI (UU TNI) dan kembalinya dwifungsi TNI. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap rencana revisi UU TNI yang dinilai mengancam profesionalisme militer.

Herlambang Wiratraman, Dosen Fakultas Hukum UGM, menjelaskan bahwa sivitas akademika UGM, termasuk dosen, pegawai, dan mahasiswa, akan turut serta dalam aksi tersebut. “Sebagian dosen memang meliburkan kelas, tapi mayoritas siang ini tidak banyak kelas karena bulan Ramadan,” ujarnya kepada Tempo, Selasa (18/3/2025).

Advertisement

Aksi yang digelar di Balairung UGM pukul 13.00 WIB ini juga dihadiri oleh elemen dari Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai bentuk solidaritas. Acara direncanakan berlangsung selama satu jam dan akan diisi dengan pembacaan petisi serta sesi mimbar bebas. Peserta aksi juga diimbau untuk mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol protes.

Aksi ini muncul sebagai respons terhadap pembahasan revisi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Revisi tersebut dianggap bermasalah karena menambah jumlah jabatan sipil yang dapat diduduki oleh prajurit aktif dari 10 menjadi 15 posisi. Hal ini memicu kekhawatiran kembalinya era dwifungsi TNI, di mana militer memiliki peran ganda di bidang pertahanan dan pemerintahan.

BACA JUGA:  Dikabulkannya Gugatan MBG Disebut Bukti Kegagalan DPR

Sebelumnya, 192 organisasi masyarakat sipil dan 179 individu telah menandatangani petisi penolakan revisi UU TNI pada Senin (17/3/2025). Petisi yang dibuat di platform Change.org sejak Ahad (16/3/2025) telah ditandatangani oleh lebih dari 12.000 orang. Mereka menilai revisi UU TNI tidak memiliki urgensi dan justru melemahkan profesionalisme militer.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Sulistyowati Irianto, menegaskan bahwa revisi UU TNI berpotensi mengembalikan militerisme. “TNI seharusnya fokus pada fungsi pertahanan, bukan menduduki jabatan sipil,” ujarnya saat membacakan petisi di kantor YLBHI, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, membantah bahwa pembahasan revisi UU TNI dilakukan secara diam-diam. Ia menegaskan bahwa proses pembahasan telah berlangsung terbuka dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Tidak ada rapat yang terkesan diam-diam. Rapat di hotel pun terbuka untuk publik,” kata Dasco dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/3/2025).

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: Kalau Belum Dipanggil Tuhan, 'Saya Nanti di Hambalang Monitor'

Namun, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menyanggah pernyataan Dasco. Menurutnya, rapat di hotel bintang lima tersebut tidak transparan karena jurnalis dan organisasi masyarakat sipil tidak diizinkan masuk. “Kalau memang terbuka, mengapa jurnalis disimpan di luar ruangan?” tanyanya.

Isnur menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses pembahasan revisi UU TNI agar publik dapat mengetahui posisi masing-masing fraksi di DPR. “Kita perlu tahu siapa yang membela rakyat dan siapa yang mendukung dwifungsi TNI,” tegasnya.

Aksi di UGM dan penolakan dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan tingginya kekhawatiran publik terhadap dampak revisi UU TNI. Mereka menuntut agar pemerintah dan DPR menghentikan pembahasan revisi yang dinilai tidak transparan dan berpotensi mengancam demokrasi.

Advertisement

Aksi Mahasiswa UGM
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Berita Utama

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.