Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Teror ke Tempo: Presiden Akhirnya Angkat Bicara, Polri Percepat Penyidikan

Teror ke Tempo: Presiden Akhirnya Angkat Bicara, Polri Percepat Penyidikan

Berita Utama Rabu, 26 Maret 2025 1:40 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto ilustrssi: sumber VOAindonesia.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Aksi teror terhadap kantor redaksi Tempo yang terjadi sepekan lalu terus memantik reaksi berlapis. Setelah lima hari dianggap lamban merespons, Presiden Prabowo Subianto akhirnya mengecam keras ancaman terhadap kebebasan pers dalam kunjungan kerjanya di Surabaya, Selasa (25/3/2025) siang.

“Pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk intimidasi terhadap pers. Saya telah memerintahkan Polri untuk mengusut tuntas kasus ini,” tegas Prabowo dengan wajah serius, disambut sorak kamera para wartawan.

Advertisement

Pernyataan ini menjadi penanda balik setelah sebelumnya pejabat Istana justru memicu kontroversi. Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, pada Sabtu (22/3) lalu dengan santai menyebut paket kepala babi yang diterima Tempo “bisa dimasak saja”, sambil menyitir candaan jurnalis Francisca Christy di media sosial.

Di markas Polda Metro Jaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan perkembangan terbaru penyidikan. “Kami telah mengidentifikasi pelaku dari kelompok tertentu. Pelaku menggunakan jasa kurir fiktif dan kendaraan tanpa plat,” ujarnya dalam jumpa pers yang dihadiri puluhan awak media.

Sementara itu, di kantor Tempo, suasana masih tegang. Pemimpin Redaksi Wahyu Dhyatmika menunjukkan dokumen investigasi proyek infrastruktur senilai Rp17 triliun yang diduga menjadi pemicu ancaman. “Ini upaya sistematis untuk menghentikan kerja jurnalistik kami,” katanya sambil menunjuk temuan mark-up di lima paket pekerjaan.

BACA JUGA:  Anggaran MBG Terserap Rp139,77 Triliun, BGN Masih Punya Sisa Rp79 Triliun

Data Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memperkuat kekhawatiran tersebut. Sepanjang 2025, tercatat 15 kasus ancaman terhadap media, dengan 60% terjadi setelah pemberitaan kritis terhadap pemerintah. Angka ini meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Di dunia maya, tagar #JagaPers bertengger di puncak trending Twitter dengan 72% tweet menyuarakan dukungan. Sementara di jalanan, aksi solidaritas yang digelar 18 organisasi sipil sejak kemarin masih berlanjut.

“Kasus ini akan menjadi penanda apakah pemerintahan baru serius membela demokrasi atau membiarkan teror menjadi budaya baru,” tandas Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti, mengingatkan pada kasus pembunuhan wartawan Udin yang hingga kini belum tuntas.

Hingga berita ini diturunkan, Polri menjanjikan penyelesaian kasus dalam dua pekan. Sementara di Gedung DPR, rencana rapat dengar pendapat mulai disusun. Di tengah situasi yang masih berkembang, satu hal yang pasti: ujian hakiki bagi kebebasan pers Indonesia sedang berlangsung.

BACA JUGA:  Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

Tanggapan istana sebelumnya:

Tanggapan kontroversial datang dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengenai kasus teror terhadap Tempo. Dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Sabtu (22/3/2025), Nasbi menyatakan bahwa insiden ini merupakan persoalan antara Tempo dengan pihak ketiga.

“Pemerintah tidak memiliki kaitan dengan kasus ini. Kami menghimbau agar persoalan ini tidak diekspos berlebihan, mengingat Pemerintahan Prabowo Subianto senantiasa menjunjung tinggi kebebasan pers,” ujar Nasbi dengan nada diplomatis, dilansir dari Tempo.co.

Namun, komentarnya mengenai Francisca Christy Rosana, wartawan politik Tempo yang menjadi korban teror, menuai kritik. Nasbi merespons candaan Francisca di media sosial dengan mengatakan, “Melihat unggahan di media sosial, Francisca justru terlihat santai. Bahkan berkelakar minta dikirim daging babi. Barangkali paket tersebut bisa diolah saja,” ucapnya sambil tersenyum.

Pernyataan ini segera memantik reaksi keras dari berbagai kalangan yang menilai sikap pejabat Istana tersebut tidak pantas dan dianggap meremehkan ancaman terhadap dunia jurnalistik.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version