Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kiprah Para Jenderal TNI dalam Politik: Dari Lapangan Tempur ke Arena Parlemen

Kiprah Para Jenderal TNI dalam Politik: Dari Lapangan Tempur ke Arena Parlemen

Berita Utama Rabu, 7 Mei 2025 23:19 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyoroti fenomena para purnawirawan TNI yang terjun ke dunia politik dan mendirikan partai politik sebagai bentuk pengabdian baru kepada bangsa dan negara. Hal ini disampaikannya dalam acara halal bihalal Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (6/5/2025).

“Senior-senior TNI ada yang terjun ke politik. Pak Edy Sudrajat, Pak Try bikin partai. Pak SBY bikin partai, Pak Wiranto bikin partai, saya bikin partai, karena kita ingin berbakti,” ujar Prabowo dalam pidatonya.

Pernyataan tersebut mencerminkan betapa besar peran para jenderal dalam membentuk lanskap politik Indonesia pascareformasi. Berikut adalah kiprah para jenderal yang disebut Prabowo dalam mendirikan partai:

1. Try Sutrisno – Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)

Try Sutrisno, mantan Wakil Presiden ke-6 RI dan eks Panglima ABRI, memang dikenal dekat dengan dunia politik pasca purnawirawan. Ia tercatat mendukung berdirinya Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) pada awal 2000-an. Meski tidak secara eksplisit menjabat ketua umum, Try menjadi sosok patron yang mendorong lahirnya partai ini. PKPB sendiri lebih dikenal saat dipimpin oleh Jenderal (Purn) R. Hartono, mantan KSAD dan Menteri.

BACA JUGA:  Gibran Minta Maaf ke JK Soal Usulan Kenaikan BBM, Tegaskan Prabowo Prioritaskan Rakyat Kecil

2. Edi Sudrajat – Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

Jenderal TNI (Purn) Edi Sudrajat, mantan Menteri Pertahanan dan Panglima ABRI, mendirikan PKPI pada tahun 1999 sebagai wadah alternatif bagi kalangan nasionalis dan militeris moderat. Partai ini sempat aktif dalam beberapa pemilu awal era reformasi dan menjadi simbol perlawanan terhadap partai-partai besar yang mendominasi saat itu.

3. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Partai Demokrat

Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono mendirikan Partai Demokrat pada tahun 2001. Ia menjadi presiden pertama dari kalangan militer yang terpilih secara langsung melalui pemilu. Partai Demokrat berjaya dalam dua pemilu nasional berturut-turut (2004 dan 2009), menjadikan SBY salah satu tokoh paling berpengaruh di era reformasi.

BACA JUGA:  Trump dan Xi Capai Sejumlah Kesepakatan Penting, Dari Selat Hormuz hingga Isu Taiwan

4. Wiranto – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Jenderal TNI (Purn) Wiranto mendirikan Partai Hanura pada 2006, setelah tak lagi aktif di Partai Golkar. Hanura menjadi kendaraan politiknya dalam pencalonan presiden dan kemudian berperan dalam pemerintahan Jokowi pada periode pertama. Meski kini popularitasnya menurun, Hanura sempat menempati posisi penting dalam peta politik nasional.

5. Prabowo Subianto – Partai Gerindra

Presiden saat ini, Prabowo Subianto, mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) pada 2008. Setelah dua kali kalah dalam pilpres (2014 dan 2019), ia akhirnya memenangkan Pilpres 2024 dan kini menjabat sebagai Presiden RI. Gerindra tumbuh sebagai salah satu partai besar dan menjadi simbol kebangkitan kekuatan politik nasionalis dan militeris dalam sistem demokrasi Indonesia.

Politik TNI
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kejagung Bongkar Modus ‘Markup’ dan Aliran Dana Haram Dadan cs di Program ‘MBG’

Nasional

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Berita Utama

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Nasional

Evolusi Kurikulum Kampus: Di Balik Fakta Penutupan Ratusan Program Studi Sepanjang 2026

BERITA TERBARU

Pelajar SMPN 1 Wanasalam Tewas Laka Lantas Setelah Motor Diserempet Dump Truk

Ditsamapta Polda Banten Perbaiki Jembatan Merah Putih, Wujud Nyata Kepedulian Polri terhadap Masyarakat

Ketua MPC PP Lebak Beri Apresiasi Tinggi, Penangkapan Kepala BGN Pusat

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Lima Potensi Karakter Dasar Manusia dalam Desain DNA

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.