Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Channel News Asia Soroti Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Program Kamp Militer dan Vasektomi Tuai Sorotan

Channel News Asia Soroti Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Program Kamp Militer dan Vasektomi Tuai Sorotan

Berita Utama Senin, 12 Mei 2025 20:16 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Media internasional asal Singapura, Channel News Asia (CNA), menyoroti sejumlah program kontroversial yang dijalankan oleh pemimpin daerah di Indonesia, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam laporan berjudul “Innovative or ‘dangerous’? Indonesia’s local leaders raise eyebrows with vasectomy-for-aid and other schemes”, CNA menyoroti kebijakan-kebijakan inovatif namun menuai pro-kontra di tingkat lokal.

Salah satu sorotan utama adalah program kamp pelatihan militer selama 14 hari bagi pelajar SMP bermasalah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Para siswa yang mengikuti program ini terlihat mengenakan seragam hijau dan topi mirip milik militer sambil berbaris dan meneriakkan yel-yel motivasi.
“Orang mungkin mengira mereka adalah tentara yang sedang menjalani pelatihan, tetapi sebenarnya mereka adalah siswa SMP Indonesia yang dianggap penjahat,” tulis CNA dalam laporannya, dikutip Senin (12/5/2025).
Dedi Mulyadi disebut menganggarkan Rp6 miliar untuk mendanai program tersebut dengan target 2.000 siswa. Ia menyebut pendekatan militer mampu menumbuhkan kedisiplinan bagi anak-anak bermasalah. Meski demikian, program ini menuai kritik dari sejumlah anggota parlemen dan kelompok hak asasi manusia yang mempertanyakan metode yang digunakan dalam pendidikan anak.

BACA JUGA:  Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tolak Berdamai dan Siapkan Eksepsi

Advertisement

Menanggapi kritik tersebut, Dedi justru tegas menyatakan:

“Jika Anda seorang pemimpin, Anda harus sekuat batu karang. Jika Anda memiliki pikiran dan ide, jangan pernah menyerah,” kutip CNA dari pernyataannya.

Tak hanya soal pelatihan militer, CNA juga menyoroti kebijakan lain Dedi yang tak kalah kontroversial, yakni menyarankan vasektomi bagi pria penerima bantuan sosial. Ia menawarkan insentif tunai sebesar Rp500 ribu bagi pria yang bersedia menjalani prosedur tersebut. Tujuannya, menurut Dedi, untuk menekan angka kelahiran dan kemiskinan di provinsi terpadat di Indonesia yang memiliki populasi sekitar 50 juta jiwa.

“Ini bukan paksaan, tetapi undangan untuk tanggung jawab bersama,” kata Dedi seperti dikutip CNA.

BACA JUGA:  Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Suap Rp203 Miliar, Modus Pembayaran Jasa Hukum

Selain Dedi Mulyadi, CNA juga menyinggung kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan transportasi umum sejak 30 April. Para PNS juga diminta mengunggah swafoto sebagai bukti keikutsertaan. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi kemacetan dan polusi udara di ibu kota. Namun, hingga kini belum ada sanksi tegas terhadap sekitar 50.000 PNS yang tidak mematuhi aturan tersebut.

Tak ketinggalan, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, juga masuk dalam laporan CNA. Ia mengeluarkan larangan terhadap penampilan waria di atas panggung dalam acara-acara publik sejak April, merespons keluhan masyarakat yang menganggap penampilan tersebut tidak sesuai norma sosial Indonesia.

Laporan CNA ini juga memuat pendapat dari para analis lokal yang menyebut bahwa berbagai kebijakan tersebut, meskipun menuai kritik, berpotensi meningkatkan popularitas para kepala daerah di mata konstituen mereka—terutama dalam konteks pemilu mendatang.

Advertisement

Dedi Mulyadi Gubernur
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version