Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Bupati Pati Sudewo Tegaskan Tidak Akan Mundur Meski Didesak Demonstran

Bupati Pati Sudewo Tegaskan Tidak Akan Mundur Meski Didesak Demonstran

Daerah Kamis, 14 Agustus 2025 4:26 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Pati, Jawa Tengah – Bupati Pati, Sudewo, menegaskan tidak akan mengundurkan diri dari jabatannya meskipun menghadapi gelombang unjuk rasa besar-besaran yang digelar ribuan warga di depan Kantor Bupati Pati pada Rabu (13/8/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Sudewo di kantornya setelah aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu menuntut dirinya mundur dari kursi bupati. Para pengunjuk rasa menilai Sudewo arogan dan mengeluarkan sejumlah kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

Advertisement

Menurut data, aksi yang berlangsung sejak pagi itu diikuti sekitar 100 ribu warga dari berbagai daerah di Kabupaten Pati. Situasi sempat memanas, namun aparat keamanan berhasil mengendalikan kericuhan.

Menghormati Proses Konstitusional
Menanggapi tuntutan mundur, Sudewo menegaskan bahwa posisinya sebagai bupati merupakan hasil pemilihan langsung oleh rakyat melalui proses konstitusional. Oleh karena itu, ia menilai tidak bisa begitu saja mengakhiri masa jabatannya hanya karena tekanan massa.

BACA JUGA:  BPKP Bongkar Borok Program GASLAH: Anggaran APBD Cair Tanpa Payung Hukum, Ketua Umum BPKP Sebut 'Kebijakan Prematur'

“Kalau saya dipilih oleh rakyat secara konstitusional, secara demokratis, jadi tidak bisa saya berhenti hanya karena tuntutan itu. Semua ada mekanismenya,” tegasnya.
Ia juga menanggapi wacana hak angket yang digulirkan DPRD Kabupaten Pati untuk memakzulkannya. Sudewo mengaku menghormati langkah politik tersebut sebagai bagian dari mekanisme demokrasi.

“Itu kan hak angket yang dimiliki oleh DPRD, jadi saya menghormati hak angket tersebut,” ujarnya.

Jadikan Peristiwa Sebagai Pembelajaran
Meski menolak mundur, Sudewo mengakui aksi protes ini menjadi pengalaman penting selama masa awal kepemimpinannya. Ia mengungkapkan, baru beberapa bulan menjabat sebagai bupati, dirinya menyadari masih banyak hal yang perlu dibenahi.

“Kami bisa memahami emosi masyarakat. Orang banyak kadang sulit dikendalikan sepenuhnya. Tapi ke depannya akan saya perbaiki segala sesuatu. Ini proses pembelajaran bagi saya karena saya baru beberapa bulan menjabat,” jelasnya.

BACA JUGA:  K9 Polda Jateng Asah Kemampuan di Salatiga: Deteksi Jenazah Makin Akurat dan Cepat

Sudewo menambahkan bahwa sebagian besar massa telah membubarkan diri setelah aksi berlangsung, meski masih ada kelompok kecil yang bertahan di sekitar lokasi.

Imbau Masyarakat Jaga Solidaritas
Bupati Pati itu juga mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu. Menurutnya, Kabupaten Pati adalah milik seluruh warganya dan membutuhkan kerja sama demi kelancaran pembangunan.

“Pembelajaran bagi seluruh Kabupaten Pati adalah menjaga solidaritas dan kekompakan. Jangan sampai terprovokasi oleh siapa pun. Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan lancar,” katanya.

Aksi unjuk rasa yang menuntut mundurnya Bupati Pati Sudewo diperkirakan akan menjadi sorotan publik dalam beberapa waktu ke depan, mengingat besarnya jumlah massa dan dampak politik yang mungkin timbul di tingkat daerah

Advertisement

Bupati Demontrasi Desa
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

Daerah

Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

Daerah

Gerakan Ayah Mengantar Anak Hari Pertama Sekolah Mendapat Dukungan Resmi di Berbagai Daerah

Daerah

Wacana Perubahan Nama Jawa Barat Dinilai Berpotensi Mengotakkan Identitas Budaya Sunda

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.