Advertisement
GazanaPublika.com, Bandung – Ketergantungan masyarakat Kabupaten Bandung terhadap sektor industri dinilai perlu segera dikoreksi. Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa orientasi bekerja di pabrik bukan satu-satunya jalan untuk memperoleh penghidupan, terutama di tengah besarnya potensi sektor pertanian dan kewirausahaan berbasis lokal.
Menurut Dadang, perubahan cara pandang menjadi kunci untuk memperluas pilihan kerja dan menciptakan struktur ekonomi yang lebih seimbang. Ia mendorong masyarakat agar berani melihat peluang di sektor-sektor produktif lain yang selama ini kurang diminati.
Advertisement
“Kita juga perlu mengubah paradigma masyarakat bahwa bekerja tidak harus selalu di pabrik. Pertanian, kewirausahaan, dan sektor produktif lainnya memiliki potensi besar. Bahkan menjadi pengusaha akan membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat,” jelasnya dalam keterangan yang diterima di Bandung, Senin (12/1/2025).
Berdasarkan data yang dipaparkan, tingkat pengangguran di Kabupaten Bandung saat ini berada di kisaran 6,2 persen dari total sekitar 1,8 juta penduduk usia produktif. Angka tersebut setara dengan kurang lebih 232 ribu orang yang belum terserap lapangan kerja.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik menunjukkan struktur ketenagakerjaan masih didominasi sektor jasa yang menyerap 55,61 persen tenaga kerja. Sektor manufaktur industri berada di posisi kedua dengan 37,59 persen, sedangkan sektor pertanian hanya menyumbang 6,8 persen. Kondisi ini dinilai rawan jika tidak diimbangi dengan penguatan sektor-sektor produktif lain yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Bandung menilai diversifikasi lapangan kerja menjadi keharusan. Penguatan pertanian dan kewirausahaan dipandang mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih tahan terhadap guncangan ekonomi dan tidak terlalu bergantung pada dinamika industri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Dadang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan dunia usaha disebut sebagai prasyarat agar program penciptaan kerja berjalan lebih terarah dan efektif.
“Oleh karena itu, ke depan kami menargetkan penyerapan minimal 10 ribu tenaga kerja per tahun, yang dikolaborasikan antara program nasional, provinsi, dan kabupaten agar lebih spesifik, terarah, dan mempercepat penurunan angka pengangguran,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan ketenagakerjaan yang telah dijalankan menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Target awal penciptaan 10 ribu lapangan kerja per tahun bahkan terlampaui dalam dua tahun terakhir.
“Target kita sebelumnya adalah membuka peluang kerja sekitar 10 ribu orang per tahun. Namun pada realisasi tahun 2024 hingga 2025, capaian penempatan tenaga kerja sudah melampaui 20 ribu orang melalui berbagai program,” paparnya.
Lebih jauh, Pemkab Bandung juga merancang langkah jangka panjang dengan menanamkan pemahaman dunia kerja sejak usia dini. Edukasi pertanian dan kewirausahaan direncanakan masuk ke jenjang pendidikan dasar, termasuk dengan memanfaatkan lahan sekolah sebagai sarana pembelajaran praktis.
Dadang berharap pendekatan tersebut mampu membentuk generasi muda yang memiliki etos kerja kuat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif di masa depan.
Advertisement
