Advertisement
GazanaPublika.com, Pekalongan – Puluhan warga Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mendatangi Kantor Bupati Pekalongan, Jumat, 11 September 2026 lalu. Mereka menuntut kepala sekolah dan seorang guru berinisial DA dan EH dicopot setelah keduanya diduga terekam CCTV melakukan hubungan seksual di lingkungan sekolah.
Massa tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan menyampaikan tuntutannya kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Mereka ditemui Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid.
Advertisement
Koordinator aksi, Muhamad Hadi Yusuf, meminta kedua oknum tersebut diberhentikan dengan tidak hormat dari statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN).
“Kami mendesak pelaku asusila untuk di-PTDH. Pecat dengan tidak hormat, pecat dari ASN. Karena, kalau tidak dipecat, masih menjabat, masih sebagai PNS atau ASN, masih mendapatkan tunjangan. Justru itu akan mencoreng pemerintah kita, mencoreng Kabupaten Pekalongan,” kata Muhamad Hadi Yusuf saat ditemui di lokasi, dilansir detikJateng, Jumat (11/9/2026), dikutip dari detik.com.
Dalam aksi tersebut, warga juga membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan terhadap kedua oknum tersebut. Di antaranya bertuliskan ‘Kami Menuntut PTDH’, ‘Guru Bejat Tidak Pantas Jadi Manusia’, hingga ‘Pecat Kepala Sekolah Zina’.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid mengatakan guru perempuan yang disebut terekam bersama kepala sekolah tersebut telah dipindahkan penugasannya ke wilayah Doro. Meski demikian, statusnya masih aktif mengajar.
“Yang perempuan kita keluarkan atau dibuat surat tugas ada di wilayah Doro. Masih aktif,” katanya.
Kasus tersebut mencuat setelah rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan keduanya melakukan hubungan seksual di sebuah ruangan sekolah beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Facebook Pekalongan Berita dan kemudian menjadi perhatian masyarakat.
“VIRAL! Bocor Rekaman CCTV Diduga Ungkap Kemesraan Oknum Kepala Sekolah dan Guru SD di Desa Langkap, Kedungwuni,” tulis akun Pekalongan Berita seperti dilihat detikJateng.
Menurut Kholid, kedua orang yang disebut dalam rekaman tersebut diketahui telah memiliki rumah tangga masing-masing. Dugaan hubungan khusus antara keduanya juga disebut sudah lama diketahui oleh guru dan karyawan di sekolah setempat.
Kholid bahkan menyebut hubungan keduanya dinilai sudah terlalu vulgar hingga akhirnya persoalan tersebut menjadi perhatian publik dan berujung pada aksi warga di Kantor Bupati Pekalongan.
Advertisement
