Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Massa Geruduk Kantor Bupati Pekalongan, Tuntut Kepsek dan Guru yang Terekam CCTV Dipecat

Massa Geruduk Kantor Bupati Pekalongan, Tuntut Kepsek dan Guru yang Terekam CCTV Dipecat

Daerah Minggu, 13 September 2026 15:53 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Pekalongan – Puluhan warga Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, mendatangi Kantor Bupati Pekalongan, Jumat, 11 September 2026 lalu. Mereka menuntut kepala sekolah dan seorang guru berinisial DA dan EH dicopot setelah keduanya diduga terekam CCTV melakukan hubungan seksual di lingkungan sekolah.

Massa tiba sekitar pukul 10.00 WIB dan menyampaikan tuntutannya kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Mereka ditemui Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kholid.

Advertisement

Koordinator aksi, Muhamad Hadi Yusuf, meminta kedua oknum tersebut diberhentikan dengan tidak hormat dari statusnya sebagai aparatur sipil negara (ASN).

“Kami mendesak pelaku asusila untuk di-PTDH. Pecat dengan tidak hormat, pecat dari ASN. Karena, kalau tidak dipecat, masih menjabat, masih sebagai PNS atau ASN, masih mendapatkan tunjangan. Justru itu akan mencoreng pemerintah kita, mencoreng Kabupaten Pekalongan,” kata Muhamad Hadi Yusuf saat ditemui di lokasi, dilansir detikJateng, Jumat (11/9/2026), dikutip dari detik.com.

BACA JUGA:  Sherly Tjoanda Keluhkan 16 Ribu Hektare TORA Tak Kunjung Dibagikan ke Petani

Dalam aksi tersebut, warga juga membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan terhadap kedua oknum tersebut. Di antaranya bertuliskan ‘Kami Menuntut PTDH’, ‘Guru Bejat Tidak Pantas Jadi Manusia’, hingga ‘Pecat Kepala Sekolah Zina’.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid mengatakan guru perempuan yang disebut terekam bersama kepala sekolah tersebut telah dipindahkan penugasannya ke wilayah Doro. Meski demikian, statusnya masih aktif mengajar.

“Yang perempuan kita keluarkan atau dibuat surat tugas ada di wilayah Doro. Masih aktif,” katanya.

Kasus tersebut mencuat setelah rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan keduanya melakukan hubungan seksual di sebuah ruangan sekolah beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun Facebook Pekalongan Berita dan kemudian menjadi perhatian masyarakat.

BACA JUGA:  Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

“VIRAL! Bocor Rekaman CCTV Diduga Ungkap Kemesraan Oknum Kepala Sekolah dan Guru SD di Desa Langkap, Kedungwuni,” tulis akun Pekalongan Berita seperti dilihat detikJateng.

Menurut Kholid, kedua orang yang disebut dalam rekaman tersebut diketahui telah memiliki rumah tangga masing-masing. Dugaan hubungan khusus antara keduanya juga disebut sudah lama diketahui oleh guru dan karyawan di sekolah setempat.

Kholid bahkan menyebut hubungan keduanya dinilai sudah terlalu vulgar hingga akhirnya persoalan tersebut menjadi perhatian publik dan berujung pada aksi warga di Kantor Bupati Pekalongan.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

Daerah

Sherly Tjoanda Keluhkan 16 Ribu Hektare TORA Tak Kunjung Dibagikan ke Petani

Daerah

23 Siswa MAN 2 Rembang Terserang Diare Massal, Penyebab Masih Diselidiki

BERITA TERBARU

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version