Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Debat Perdana Pilgub Jakarta 2024 Berjalan ‘Dingin’ Tanpa Dinamika Tajam

Debat Perdana Pilgub Jakarta 2024 Berjalan ‘Dingin’ Tanpa Dinamika Tajam

Daerah Senin, 7 Oktober 2024 13:25 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Detik.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Debat pertama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024 yang mempertemukan tiga pasangan calon, yakni Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, dan Pramono Anung-Rano Karno, dinilai kurang memberikan adu gagasan yang intens. Acara debat yang berlangsung di JIExpo Kemayoran pada Minggu (6/10/2024) berjalan selama sekitar dua jam, namun dianggap monoton.

Menurut Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, dinamika debat kali ini tidak sehangat Pilgub 2017, ketika Anies Baswedan bersaing dengan Basuki Tjahaja Purnama dan Agus Harimurti Yudhoyono. Meskipun sama-sama diikuti oleh tiga pasangan calon, debat kali ini tidak menunjukkan persaingan gagasan yang mencolok antara RK-Suswono, Dharma-Kun, dan Pramono-Doel.

Advertisement

“Debat Pilgub Jakarta kali ini bisa dibilang menurun, tidak seintens debat Pilgub 2017,” ujar Arifki kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/10). Ia menilai tidak ada serangan atau sanggahan yang signifikan dari para kandidat, padahal setiap pasangan membawa gagasan yang berbeda terkait isu-isu Jakarta.

BACA JUGA:  Semarak HUT RI ke-81, Pedagang Asongan dan PKL Palmerah Bagikan Kantong Sampah demi Jaga Kebersihan Kawasan DPR

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, juga berpendapat bahwa alih-alih mengkritik program lawan, para kandidat lebih memilih untuk mempresentasikan program mereka sendiri. Contohnya, ketika Suswono diminta menanggapi program lawan, ia justru memaparkan program pasangan Dharma-Kun.

Agung menambahkan, ketiadaan petahana dalam Pilgub Jakarta 2024 menjadi salah satu alasan mengapa adu gagasan antara kandidat kurang terasa. Tanpa petahana, tidak ada kandidat yang perlu mempertahankan atau menyerang gagasan yang sudah ada, sehingga tidak muncul dinamika oposisi atau dukungan yang kuat antar pasangan.

“Ketiga pasangan calon, baik Pram-Rano, RK-Suswono, maupun Dharma-Kun, semuanya punya hubungan dengan istana, jadi wajar jika perdebatan berlangsung tenang,” kata Agung. Ia menjelaskan bahwa sejak awal, ketiga paslon memang memiliki latar belakang yang dekat dengan pemerintahan, sehingga perdebatan pun berlangsung tanpa gesekan yang berarti.

Arifki menambahkan bahwa tanpa petahana, tidak ada dominasi yang cukup kuat untuk memancing perdebatan tajam. Bahkan, terlihat kecenderungan para pasangan calon untuk saling mendukung gagasan yang dilontarkan oleh lawan, seperti yang terlihat dari hubungan antara Dharma-Kun dan Pramono-Doel.

BACA JUGA:  FPN Bandung Raya Gelar Donor Darah, Wujud Peduli Kemanusiaan untuk Palestina

Ia juga mencatat bahwa pasangan Pramono-Doel tampaknya sengaja menghindari serangan terhadap RK-Suswono, mengingat posisi politik PDIP yang masih belum jelas di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming yang akan datang.

“Debat Pilgub ini diprediksi akan tetap soft karena posisi politik PDIP yang kemungkinan akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Arifki.

Agung memprediksi, pada debat-debat berikutnya, perbaikan yang bisa diharapkan adalah peningkatan dalam penyampaian gagasan oleh masing-masing pasangan calon. Meski demikian, ia menyarankan agar ekspektasi terhadap debat tidak terlalu tinggi, mengingat dinamika yang sudah terlihat sejak awal tidak mendukung terjadinya perdebatan yang ekstrem.

“Meski akan ada perubahan, perbedaan gaya debat di tahap selanjutnya, namun tampaknya tidak akan menjadi serangan tajam antar kandidat,” ungkap Agung.

Sumber: CNNIndonesia.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Daerah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Daerah

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

Daerah

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.