Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Longsor di Petungkriyono – Pekalongan, Puluhan Orang Tertimbun di Kafe

Longsor di Petungkriyono – Pekalongan, Puluhan Orang Tertimbun di Kafe

Daerah Jumat, 24 Januari 2025 0:07 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: screenshotdetik.com

Advertisement

GazanaPublika.com – Pekalongan – Tragedi longsor yang terjadi di Petungkriyono, Pekalongan, pada Senin (20/1/2025) menelan korban jiwa, termasuk sejumlah pengunjung Kafe Allo. Selain menjadi lokasi nongkrong, kafe ini juga menjadi tempat berteduh warga saat hujan deras melanda.

Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana kafe sebelum longsor terjadi. Dalam rekaman tersebut, pengunjung terlihat berbincang dan tertawa meski di luar hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Cuaca buruk membuat suasana sekitar kafe menjadi gelap, sementara kilatan petir terlihat beberapa kali menerangi area tersebut.

Advertisement

Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf Rizky Aditya, mengonfirmasi keaslian video tersebut. Ia menjelaskan bahwa hujan lebat telah turun sejak sore hari dan terus berlanjut hingga malam.

“Pada malam itu, hujan deras berlangsung cukup lama. Banyak warga yang berteduh di Kafe Allo karena cuaca buruk. Berdasarkan informasi, sekitar satu jam sebelum longsor, kafe ini ramai oleh pengunjung, baik yang memang datang untuk nongkrong maupun yang berteduh,” ujar Rizky saat ditemui di lokasi longsor pada Kamis (23/1/2025), dikutip dari detik.com.

BACA JUGA:  Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Menurut Rizky, saat kejadian, ada sekitar 25-30 orang di Kafe Allo. Selain itu, rumah Sekretaris Desa (Sekdes) Kasimpar juga menjadi tempat berteduh warga dan turut terdampak longsor.

“Di rumah Pak Sekdes juga ada sekitar 20 orang. Rumah itu menjadi tempat warga setempat dan beberapa orang yang melintas untuk berlindung dari hujan,” ungkap Rizky.

Sementara itu, relawan SAR dan Banser, Daryono, menjelaskan bahwa jarak antara Kafe Allo dan rumah Sekdes hanya sekitar 500 meter. Namun, kafe tersebut berada lebih dekat dengan tebing yang menjadi sumber longsor.

“Kafe Allo terkena dampak langsung karena batuan besar dari tebing longsor mengenai bangunan kafe. Selain itu, material longsor menutup aliran sungai kecil, menyebabkan luapan air ke area sekitar,” ujar Daryono.

BACA JUGA:  Tiga Siswa SMAN 22 Garut Terpilih Jadi Anggota Pasbara Upacara Hari Pramuka Tingkat Kabupaten

Ia menambahkan bahwa longsor menyebabkan banjir bandang di sekitar lokasi. “Sempat terdengar dentuman keras saat batu-batu besar dari tebing runtuh dan menghantam kafe. Batu-batu itu sangat besar, sehingga dampaknya cukup parah,” tambahnya.

Longsoran ini mencakup dua titik utama, yaitu Kafe Allo dan rumah Sekdes Kasimpar. Kedua lokasi tersebut menjadi pusat bencana yang menimbulkan kerugian besar serta korban jiwa. Tim SAR dan relawan masih terus melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Advertisement

Benca Alam Bencana Alam Longsor
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Daerah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Daerah

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

Daerah

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.