Advertisement
“Hari ini dengan ketetapan Allah, esok dengan insya Allah.” – AOA
GazanaPublika.com – Manusia bukanlah wayang di mana segala sesuatunya telah ditetapkan oleh Allah. Banyak orang memahami bahwa seluruh kehidupan manusia sudah ditentukan sebelumnya oleh Allah, bahkan sebelum manusia itu lahir. Padahal, Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki hak untuk memilih, apakah akan memilih kebaikan atau keburukan dalam hidupnya. Pilihan ini sepenuhnya diserahkan kepada manusia sebagai pelaku kehidupannya. Karena itu, apa pun yang dilakukan manusia akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah sebagai wujud dari keadilan-Nya.
Advertisement
Gambaran ini sebenarnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Jika manusia memilih kebaikan, ia akan memetik hasilnya. Sebaliknya, jika memilih keburukan, ia juga akan menerima akibatnya. Seperti pepatah mengatakan, “Siapa yang menebar angin akan menuai badai.” Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk banyak berinvestasi dalam kebaikan agar dapat menuai kebaikan pula, baik di dunia maupun di akhirat. Prinsip ini ditegaskan oleh Allah, bahwa kebaikan di dunia akan berbuah pahala di akhirat kelak.
Ketika kita melakukan kebaikan, itu pun sebenarnya merupakan bagian dari ketetapan Allah. Maka, bersyukurlah atas apa pun yang terjadi dalam hidup ini, baik manis maupun pahit, meskipun sebabnya adalah hasil dari perbuatan kita sendiri. Namun, setelah sesuatu terjadi, itulah ketetapan Allah, kecuali masih ada kemungkinan untuk mengubahnya menjadi ketetapan lain yang lebih baik.
Ada ketetapan yang sifatnya mutlak, terutama jika kita salah dalam menjalani kehidupan, misalnya dengan berbuat maksiat atau aniaya. Perbuatan tersebut tidak akan berubah kecuali kita menebusnya dengan kebaikan, seperti bertaubat. Taubat memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan berinvestasi kebaikan di hari esok. Apa yang sudah terjadi adalah ketetapan, dan Allah telah mencatatnya. Fokuslah pada hari ini dan berbuatlah kebaikan di hari ini. Hindari berandai-andai atau hanya berharap tanpa usaha nyata untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik di masa depan.
Ucapkanlah Insya Allah untuk hari esok sebagai wujud doa dan harapan kepada Allah. Doa ini mencerminkan kesadaran kita bahwa segala sesuatu hanya dapat terjadi dengan izin-Nya. Janganlah terlalu memastikan apa yang akan terjadi di masa depan, karena sikap seperti itu adalah bentuk kesombongan. Apa yang diupayakan manusia bisa saja berhasil, tetapi bisa pula gagal, tergantung pada usaha dan izin Allah. Oleh karena itu, kalimat Insya Allah menjadi perintah penting yang harus kita pegang dalam menjalani kehidupan.
Advertisement
