Advertisement
“Apa yang engkau mau, kendalikan dan tahan; apa yang engkau mau, lakukan dari awal.” – AOA
GazanaPublika.com – Cara ini adalah salah satu cara untuk mengendalikan hawa nafsu di dalam diri kita. “Apa yang engkau mau, kendalikan dan tahan.” Tidak ada salahnya engkau membeli sesuatu ketika engkau mampu untuk membelinya, tetapi sebuah kesalahan yang sangat besar ketika engkau tidak mampu, namun memaksakan diri untuk membelinya. Maka, dalam keadaan demikian, kita harus mampu menahannya. Tidak ada salahnya engkau memakan makanan selama badanmu masih sehat, tetapi agak salah melakukannya apabila engkau memakan makanan di saat badanmu sudah tidak menerima makanan tersebut karena pada saat itu engkau harus memantangnya.
Advertisement
Tidak ada salahnya ketika seseorang membeli sesuatu di saat membutuhkan dan memerlukannya, meskipun harus mengeluarkan uang yang sangat banyak. Namun, akan salah ketika membeli padahal seseorang tersebut tidak membutuhkannya. Oleh karena itu, pisahkanlah kebutuhan dan keperluan dengan sesuatu yang berada di luar hal tersebut.
Tidak ada salahnya seseorang menggunakan pakaian yang indah walaupun pakaian itu harganya sangat mahal. Namun, akan salah apabila membeli dan menggunakan pakaian hanya untuk dijadikan alat kesombongan, untuk pamer, dan ria.
Sekiranya beberapa ilustrasi tersebut bisa dijadikan gambaran ketika kita dituntut untuk berperilaku baik yang bersumber dari mengendalikan dan menahan hawa nafsu. Apa yang disebut sebagai dorongan hawa nafsu adalah apabila sesuatu itu melampaui batas, berlebihan, merusak kesehatan dan tubuh, apalagi jika digunakan untuk kesombongan.
Hidup bertasawuf bukan untuk menjadikan seseorang berpakaian lusuh dan memakan makanan dari tong sampah dengan sengaja, karena tasawuf tetap memperhatikan syariat. Bahkan, seseorang yang berpakaian lusuh bisa menjadi sombong ketika ia bangga dengan kelusuhannya.
Lalu, bagaimana bersikap apabila kita sedang ‘mau’ melakukan sesuatu sehingga tidak perlu menahannya? Jawabannya adalah lakukan dari awal. Lakukan dari awal bukanlah perilaku yang didasari oleh melihat keberadaan orang lain atau dengan motif untuk dihargai dan mendapatkan uang dari orang lain. Lakukanlah secara murni berdasarkan keinginan diri sendiri dengan pertimbangan yang sehat, tanpa embel-embel apa pun. Sikap seperti itu terlihat lebih elok. Semua tidak akan berarti apabila keinginan itu datang dari dorongan orang lain, sama halnya seperti kita menempatkan diri sendiri seperti mobil butut yang membutuhkan pertolongan orang lain untuk mendorongnya.
Lakukan dari awal sejak saat ini ketika kita ingin meraih sesuatu. Lakukan secara tepat dan jangan lakukan setengah hati, tetapi lakukan sesuatu sampai itu terwujud, dan jangan pernah katakan menyerah.
Advertisement
