Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ibadah dari Kelalaian

Ibadah dari Kelalaian

Genta Qalbu Minggu, 27 April 2025 3:22 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

“Ibadah dari kelalaian merupakan kebiasaan, sedangkan kebiasaan dari kesadaran adalah ibadah.” – AOA

GazanaPublika.com – Sesuatu yang berulang dan disengaja, lama-lama tidak terasa lagi seperti sebuah kesengajaan. Lambat laun, kesengajaan itu menjadi kebiasaan dan akhirnya tidak disadari lagi; kesengajaan itu pun terasa seperti sesuatu yang tidak disengaja. Pada akhirnya, segala perilaku tersebut menjadi kebiasaan yang lazim dilakukan dalam keseharian.

Advertisement

Bayangkan apabila hal ini terjadi dalam ibadah. Di antara kita mungkin ada yang merasakan bahwa terkadang kita lalai dalam beribadah, misalnya mengalami keterlambatan. Banyak di antara kita yang kadang malas melaksanakan ibadah tepat waktu. Seringkali salat ditunda, hingga lambat laun, melaksanakan salat pun sering terlupakan, dan keterlambatan itu sudah menjadi kebiasaan dalam hidupnya. Oleh karena itu, dalam hal ibadah, apa pun itu, tidak boleh ditunda, melainkan harus disegerakan.

Apabila kelalaian dibalik maknanya, maka ia menjadi sebuah kesadaran. Oleh karenanya, ibadah harus dibangun di atas kesadaran, dan kesadaran itu sendiri merupakan bagian dari ibadah. Dalam hal apa pun, dibutuhkan sebuah kesadaran. Bagi orang-orang yang telah sadar, ibadah tidak lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, di mana ibadah itu lahir dari keinginan hati sendiri tanpa paksaan dari siapa pun.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Genta Qalbu

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Genta Qalbu

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Genta Qalbu

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Genta Qalbu

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

BERITA TERBARU

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Rismon Sianipar Kritikal Jawaban Pemerintah dalam Sidang Uji Materi Praperadilan di MK

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version