Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Di Tengah Ancaman Nuklir Korea Utara, AS–Korea Selatan–Jepang Latihan Udara Bersama

Di Tengah Ancaman Nuklir Korea Utara, AS–Korea Selatan–Jepang Latihan Udara Bersama

Internasional Jumat, 11 Juli 2025 23:22 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber foto: reuters.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Seoul — Tiga sekutu utama di kawasan Asia Timur, yakni Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang, pada hari Jumat ini menggelar latihan udara gabungan berskala besar sebagai bentuk demonstrasi kekuatan terhadap meningkatnya ancaman dari Korea Utara.

Latihan yang dilakukan di perairan internasional tersebut melibatkan pembom strategis B-52H milik Angkatan Udara AS, serta sejumlah jet tempur canggih dari Korea Selatan dan Jepang.

Advertisement

Latihan ini dilaksanakan di tengah meningkatnya kekhawatiran regional menyusul eskalasi program senjata nuklir dan peluncuran rudal balistik oleh Pyongyang dalam beberapa bulan terakhir. Korea Utara disebut telah meningkatkan aktivitas uji coba misil jarak jauh dan memperkuat retorika militer terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Korea Selatan, latihan udara ini disebut sebagai bagian dari agenda “kesiapsiagaan bersama menghadapi setiap ancaman dan provokasi nuklir” dari Korea Utara. Pesawat B-52H, yang dikenal sebagai pembom strategis yang mampu membawa senjata nuklir, dikawal oleh armada F-15K Korea Selatan dan F-2 Jepang dalam formasi tempur simbolik.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

“Latihan trilateral ini mencerminkan komitmen kuat ketiga negara terhadap perdamaian dan stabilitas regional, serta sebagai penegasan bahwa setiap tindakan provokatif dari Korea Utara akan dijawab dengan solidaritas dan kekuatan yang bersatu,” ujar Kementerian Pertahanan Korea Selatan dalam siaran pers resminya.
Sementara itu, dari Washington, Pentagon menyatakan bahwa kehadiran B-52H dalam latihan ini menegaskan kembali peran komitmen pertahanan AS terhadap sekutu-sekutunya di Asia Pasifik. “Kami terus bekerja sama erat dengan Jepang dan Korea Selatan untuk mempertahankan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” ujar Letnan Kolonel Marty Meiners, juru bicara Pentagon.

China Ikut Jadi Perhatian

Tidak hanya Korea Utara, latihan ini juga dilatarbelakangi oleh kekhawatiran atas ekspansi militer China di kawasan. Beijing dalam beberapa tahun terakhir gencar membangun kekuatan angkatan laut dan udara, serta memperkuat klaim teritorialnya di Laut Cina Selatan dan Timur. Sumber diplomatik di Seoul mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tingkat tinggi sebelumnya, ketiga negara juga membahas kemungkinan skenario kolaboratif untuk merespons potensi konflik regional yang melibatkan China.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

“Ancaman terhadap stabilitas kawasan bukan hanya datang dari Pyongyang, tetapi juga dari Beijing. Kolaborasi trilateral adalah bentuk deteren yang sah terhadap kekuatan otoriter,” ujar analis geopolitik di Institut Strategis Asia Timur, Park Jin-ho.
Dialog Keamanan Tingkat Tinggi.

Latihan ini juga disertai dengan dialog tingkat tinggi antar ketiga negara yang berlangsung di Seoul, membahas penguatan jaringan komunikasi militer, penyelarasan sistem radar dan deteksi dini, serta respons terhadap serangan siber. Ditekankan pula pentingnya memperluas latihan bersama ke domain baru, termasuk luar angkasa dan teknologi kecerdasan buatan untuk pertahanan.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Shin Won-sik, dalam sambutannya di Seoul, menegaskan bahwa latihan ini bukan dimaksudkan untuk memprovokasi, melainkan sebagai “tindakan pencegahan terhadap kekuatan destruktif yang dapat mengganggu stabilitas Asia Timur.”

Di sisi lain, Korea Utara seperti biasa mengecam latihan tersebut dan menyebutnya sebagai “latihan perang nuklir” yang mengancam kedaulatan nasional mereka. Kantor berita KCNA menuding AS dan sekutunya tengah “mendorong kawasan ke ambang perang habis-habisan.”

Advertisement

Korea Utara
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Workshop Jurnalistik Kontemporer di SMAN 1 Cibeber, Bina Jurnalis Muda Kreatif

Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Gempa M 4,3 Guncang Cianjur, Getarannya Terasa hingga Jakarta

Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.