Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Saudi–UEA Kian Dekat ke Poros AS–Israel, Tekanan Iran Picu Pergeseran Sikap Teluk

Saudi–UEA Kian Dekat ke Poros AS–Israel, Tekanan Iran Picu Pergeseran Sikap Teluk

Internasional Selasa, 24 Maret 2026 22:07 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Peta konflik Timur Tengah kembali bergerak. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan semakin mendekati kerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi Iran, menyusul eskalasi serangan yang dinilai mengganggu stabilitas ekonomi kawasan Teluk.

Laporan media internasional menyebut, langkah ini masih berada pada tahap dukungan strategis—bukan keterlibatan militer langsung. Negara-negara Teluk disebut mulai membuka akses dan memperkuat koordinasi guna mendukung operasi udara serta tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Tekanan Iran Ubah Sikap

Advertisement

Selama ini, negara-negara Teluk cenderung berhati-hati agar tidak terseret langsung dalam konflik terbuka. Namun, serangan berulang yang dituduhkan berasal dari Iran—termasuk terhadap fasilitas energi dan wilayah ibu kota—mulai mengubah kalkulasi politik.

Ancaman terhadap Selat Hormuz, jalur vital energi dunia, turut meningkatkan kekhawatiran. Jika Iran memperluas pengaruhnya di jalur tersebut, dampaknya diperkirakan tidak hanya regional, tetapi juga global.

BACA JUGA:  Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Pangkalan Udara Mulai Dibuka

Dalam perkembangan terbaru, Arab Saudi dilaporkan mulai melonggarkan sikapnya dengan mengizinkan penggunaan pangkalan udara strategis oleh militer AS. Pangkalan King Fahd di wilayah barat disebut menjadi salah satu titik penting dalam skenario ini.
Padahal sebelumnya, Riyadh menegaskan tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran. Perubahan ini menandai pergeseran signifikan dalam kebijakan keamanan Saudi.

Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan menegaskan kesabaran negaranya memiliki batas.

“Kesabaran Arab Saudi terhadap serangan Iran tidak terbatas, Keyakinan bahwa negara-negara Teluk tidak mampu merespons adalah kesalahan perhitungan,” ujarnya

Arah Baru Putra Mahkota

Di tengah dinamika ini, Putra Mahkota Mohammed bin Salman disebut tengah mempertimbangkan langkah lebih jauh untuk memulihkan daya gentar (deterrence) terhadap Iran.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Sejumlah sumber menyebut keputusan untuk bergabung dalam operasi militer bisa tinggal menunggu waktu, meski belum ada deklarasi resmi keterlibatan langsung.

Dilema: Menahan atau Terlibat

Bagi Saudi dan UEA, situasi ini menjadi dilema strategis:
• tetap menahan diri demi stabilitas kawasan
• atau terlibat lebih jauh untuk menghentikan ancaman yang terus meningkat

Sejauh ini, keduanya memilih jalur “di antara”—memberikan dukungan tanpa masuk langsung ke medan tempur.

Implikasi Lebih Luas

Pergerakan ini menunjukkan konflik tidak lagi hanya melibatkan dua atau tiga negara, tetapi berpotensi melebar menjadi blok kekuatan regional.
Jika negara-negara Teluk benar-benar masuk ke dalam konflik secara terbuka, maka eskalasi bisa meningkat drastis, jalur energi global terancam, dan keseimbangan geopolitik Timur Tengah berubah signifikan

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.