Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dua Remaja Lakukan Penembakan Massal di Masjid San Diego Sebelum Akhiri Hidup

Dua Remaja Lakukan Penembakan Massal di Masjid San Diego Sebelum Akhiri Hidup

Internasional Selasa, 19 Mei 2026 21:21 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Washington— Sebuah insiden berdarah melanda Pusat Islam San Diego (ICSD), California, Amerika Serikat pada Senin waktu setempat. Kejadian yang mengejutkan publik ini bermula sekitar pukul 11:40 pagi, ketika dua remaja bersenjata tiba-tiba melepaskan tembakan di dalam kompleks rumah ibadah terbesar di wilayah tersebut.

Laporan awal mengonfirmasi bahwa aksi brutal ini menyebabkan tiga orang pria tewas di lokasi kejadian. Menyusul rentetan tembakan tersebut, unit kepolisian setempat langsung mengaktifkan status pengepungan berskala besar dengan menerjunkan sekitar 50 hingga 100 personel taktis bersenjata lengkap ke lokasi. Petugas langsung menyebar guna mengamankan area luar, menyisir kompleks tanah, hingga berjaga di atap bangunan dekat kubah masjid.

Advertisement

Meski demikian, pihak kepolisian setempat memastikan bahwa tidak ada satu pun peluru yang dilepaskan oleh aparat penegak hukum selama proses sterilisasi area berlangsung.

BACA JUGA:  Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

“Para penembak ditemukan tewas di dalam sebuah kendaraan yang berhenti di tengah jalan di dekatnya, tewas akibat luka tembak yang tampaknya dilakukan sendiri,” kata Kepala Wahl, yakni Kepala Polisi San Diego, Scott Wahl, dalam menerangkan akhir dari pelarian kedua pelaku remaja tersebut.

Penyelamatan Anak-Anak Sekolah dan Korban Lainnya

Di tengah kepanikan akibat penetapan status ‘penjebak aktif’ tersebut, prioritas utama petugas di lapangan diarahkan untuk mengevakuasi belasan anak-anak yang tengah mengikuti kegiatan belajar di sekolah swasta di dalam kawasan pusat Islam tersebut saat serangan pecah. Melalui rekaman udara dari stasiun televisi, tampak anak-anak tersebut saling memegang tangan saat dituntun keluar melewati kepungan puluhan mobil patroli menuju titik aman. Seluruh anak dipastikan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa luka fisik.
Selain itu, laporan lapangan mencatat seorang tukang kebun sempat ikut menjadi sasaran tembak beberapa blok dari tempat kejadian perkara, namun ia dilaporkan tidak mengalami cedera sama sekali.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Peran Heroik Petugas Keamanan Melawan Kebencian

Hingga saat ini, lembaga investigasi federal (FBI) telah turun tangan guna membantu melangsungkan proses penyelidikan menyeluruh. Pihak berwenang menetapkan kasus penembakan maut ini sebagai bentuk ‘kejahatan kebencian’, menyusul adanya temuan catatan anti-Islam yang melekat pada identitas tersangka.

Jumlah korban jiwa berhasil diredam berkat adanya tindakan berani dari pihak internal rumah ibadah. Pihak kepolisian menyatakan bahwa salah satu korban tewas dalam insiden tersebut merupakan seorang penjaga keamanan masjid. Petugas keamanan itu disebut-sebut mengambil tindakan krusial di saat-saat genting demi membendung dampak destruktif dari skenario awal pelaku.
Menurut keterangan tertulis kepolisian, sosok penjaga tersebut diakui “memainkan peran penting” dalam mencegah serangan tersebut menjadi “jauh lebih buruk”.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version