Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Blokade Gaza Diklaim Aman, Israel Sebut Pencegatan Armada Sipil Gagalkan ‘Rencana Jahat’

Blokade Gaza Diklaim Aman, Israel Sebut Pencegatan Armada Sipil Gagalkan ‘Rencana Jahat’

Internasional Selasa, 19 Mei 2026 21:28 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Tel Aviv — Jalur Gaza hingga kini masih berada di bawah kendali penuh atas seluruh akses masuknya oleh pihak Tel Aviv sejak 2007. Di tengah situasi perang yang berkecamuk sejak Oktober 2023—yang memicu kelangkaan pangan dan obat-obatan akibat pasokan yang kerap dihentikan sepenuhnya—sebuah ketegangan baru pecah di wilayah laut internasional dekat Siprus.

Sebuah misi kemanusiaan terbaru bernama ‘Global Sumud Flotilla’ meluncurkan konvoi lebih dari 50 kapal sejak Kamis (14/5) pekan lalu dari distrik Marmaris, Turki. Misinya adalah menembus blokade laut demi menyalurkan bantuan darurat serta susu formula bayi ke Gaza. Namun, pelayaran tersebut berujung pada aksi intersepsi oleh militer Tel Aviv.

Advertisement

Berdasarkan laporan siaran langsung, pasukan Angkatan Laut Israel menyerang dan menaiki armada sipil tersebut satu per satu. Manajemen krisis misi melaporkan puluhan kapal mereka diserang dan kontak terhadap 23 kapal di antaranya terputus. Mengutip laporan media lokal Walla, sekitar 100 aktivis kemanusiaan kini telah ditahan, termasuk lima warga negara Indonesia (WNI) yang keberadaannya dikonfirmasi oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).

BACA JUGA:  Panas di Dunia Nyata dan Maya, Pejabat Tinggi Iran dan AS Saling Sindir Rudal Hingga Jet Tempur

Apresiasi Netanyahu kepada Pasukan Militer

Merespons operasi pembersihan di laut tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka melayangkan pujian tinggi bagi komandan beserta pasukan Angkatan Lautnya. Melalui rekaman video resmi yang dirilis oleh kantornya, Netanyahu menyatakan keberhasilan operasi tersebut dalam mempertahankan status blokade wilayah.

“Saya meyakini Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa… dan pada intinya telah menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk melanggar blokade yang telah kita terapkan terhadap teroris Hamas di Gaza,” kata Netanyahu kepada komandan militer yang memimpin pencegatan kapal-kapal Global Sumud Flotilla.

Ia juga menambahkan rasa puasnya atas minimnya gejolak yang timbul dari operasi rahasia itu di lapangan.

“Anda melaksanakannya dengan sangat sukses… dan tentu saja dengan jauh sedikit gembar-gembor daripada yang diantisipasi musuh-musuh kita… Lanjutkan hingga akhir,” ucap PM Israel itu.

Penjara Terapung dan Saling Batas Klaim Pasokan

Informasi yang dihimpun dari harian lokal Israel Yedioth Ahronoth menyebutkan bahwa para aktivis kemanusiaan yang tertangkap dikumpulkan ke dalam sebuah kapal militer yang difungsikan layaknya ‘penjara terapung’. Mereka kemudian diangkut menuju pelabuhan Ashdod yang terletak di bagian selatan Israel. Pihak Tel Aviv juga sempat menyebarkan rekaman video yang memperlihatkan momen ketika para aktivis saling berpelukan setelah dievakuasi dari kapal asal mereka.

BACA JUGA:  AS Pertimbangkan Lanjutkan Operasi Militer ke Iran dengan Nama Baru

Kendati pihak panitia konvoi menegaskan muatan kapal murni pasokan kemanusiaan, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmostein. Lewat pesan teks kepada jurnalis, ia menyanggah isi muatan logistik tersebut.

“Sejauh ini, belum ditemukan bantuan kemanusiaan di kapal-kapal mereka,” tegas Marmorstein dalam pesan teks kepada wartawan.

Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri Israel secara terpisah menilai konvoi laut tersebut tidak lebih dari bentuk memicu konfrontasi. Mereka juga menolak narasi bahwa masyarakat Gaza mengalami krisis kelaparan atau kekurangan logistik.

“Jalur Gaza dibanjiri bantuan. Sejak Oktober saja, lebih dari 1,58 juta ton bantuan kemanusiaan dan ribuan ton pasokan medis telah masuk ke Gaza,” sebutnya dalam rilis resmi, sembari menegaskan komitmen penuh Tel Aviv untuk menyapu bersih setiap kapal yang mencoba merapat ke Gaza tanpa izin.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

Berita Utama

Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Internasional

Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.