Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Presiden AS Joe Biden Setujui Kirim Senjata Lebih Banyak Buat Israel

Presiden AS Joe Biden Setujui Kirim Senjata Lebih Banyak Buat Israel

Internasional Minggu, 31 Maret 2024 20:05 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Presiden AS Joe Biden dilaporkan secara diam-diam telah menyetujui untuk melakukan pengiriman lebih banyak bom dan pesawat tempur baru untuk Israel dalam beberapa hari terakhir.

Keputusan ini muncul di tengah terus berlanjutnya perang di Gaza yang telah menyebabkan kehancuran meluas, pengungsian massal, dan kematian di wilayah tersebut.

Advertisement

Menurut laporan dari surat kabar Washington Post pada Jumat (29/3/2024), senjata yang disetujui oleh Presiden AS mencakup 1.800 bom MK84 seberat 2.000 pon dan 500 bom MK82 seberat 500 pon. Pemerintah AS juga menyetujui pengalihan 25 mesin dan jet tempur F-35A ke Israel, dengan nilai keseluruhan senjata dan pesawat diperkirakan mencapai sekitar 2,5 miliar US dolar (sekitar Rp 37,9 triliun).

Meskipun penjualan senjata ini belum diumumkan secara publik dan tidak ada pengumuman resmi yang terpasang di situs Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan, keputusan ini tampaknya menunjukkan kesediaan AS untuk tetap memasok senjata kepada Israel.

BACA JUGA:  Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Perang Israel di Gaza terus berlanjut, dengan Israel telah berjanji untuk melakukan serangan ke kota Rafah selatan, tempat sekitar 1,5 juta pengungsi mencari perlindungan meski ada peringatan akan dampak kemanusiaan yang akan terjadi.

Ketegangan antara Presiden Biden dan PM Israel Benjamin Netanyahu semakin meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah AS gagal memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza. Netanyahu membalas dengan membatalkan secara tiba-tiba rencana kunjungan antar lembaga Israel ke Washington untuk membahas alternatif AS terhadap serangan Israel ke Rafah.

Pertemuan tersebut kini sedang direncanakan ulang. Meskipun begitu, tampaknya perselisihan tersebut tidak mempengaruhi keputusan Biden untuk terus memasok senjata ke Israel.

Keputusan untuk diam-diam memberi lampu hijau atas pengiriman senjata bernilai miliaran dolar ini muncul karena adanya tuntutan yang semakin meningkat dari rekan-rekan Biden di Partai Demokrat.

BACA JUGA:  Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Mereka mendesak presiden untuk memberikan syarat tambahan terkait pengiriman senjata kepada Israel berdasarkan perilaku militer Israel, serta untuk menghilangkan hambatan-hambatan terhadap penyediaan bantuan kemanusiaan internasional.

Dua minggu yang lalu, setengah lusin senator Partai Demokrat mengirim surat kepada Biden yang mendesaknya untuk menghentikan penjualan senjata ke Tel Aviv.

Menurut para senator tersebut, karena saat ini Tel Aviv melanggar UU tahun 1961 yang melarang penjualan senjata ke negara-negara yang menghalangi pengiriman bantuan Amerika.

“Amerika Serikat tidak boleh memberikan bantuan militer kepada negara mana pun yang menghalangi bantuan kemanusiaan AS,” tulis senator Bernie Sanders, Chris Van Hollen, Jeff Merkley, Mazie Hirono, Peter Welch, dan Tina Smith. (Sumber: kompas.com)

Advertisement

Israel
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

BERITA TERBARU

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version