GazanaPublika.com, Moskow – Kantor Kepresidenan Rusia, Kremlin, memberikan tanggapan resmi terkait kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat yang berlangsung 5 November lalu. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Rusia akan mempertimbangkan kepemimpinan Trump berdasarkan langkah konkret yang diambilnya untuk menurunkan ketegangan antara Washington dan Moskow.
Peskov menegaskan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin belum berencana menyampaikan ucapan selamat kepada Trump. “Kami akan membuat penilaian berdasarkan tindakan nyata dan pernyataan konkret. Hingga saat ini, saya tidak mengetahui adanya rencana dari Presiden Putin untuk memberi ucapan selamat kepada Trump,” ujar Peskov seperti dikutip dari AFP, Rabu (6/11/2024).
Di sisi lain, Trump telah mengklaim kemenangan setelah meraih dukungan elektoral yang signifikan. Berdasarkan data dari *Associated Press* pada Rabu malam, ia berhasil mengamankan 277 suara elektoral, melampaui batas minimal 270 suara untuk memenangkan kursi kepresidenan AS.
Kemenangan Trump sebagian besar ditentukan oleh keberhasilannya menyapu suara di sejumlah *swing states*, negara-negara bagian yang menjadi penentu utama dalam pemilu karena pembagian dukungan politik yang ketat. Kamala Harris, pesaingnya dari Partai Demokrat, hanya meraih 224 suara elektoral, menjadikan Trump unggul dalam persaingan ini.
Kepresidenan Trump datang di tengah memanasnya hubungan AS-Rusia, terutama akibat konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina. AS telah mendukung Kyiv dalam perangnya melawan Moskow melalui pasokan senjata dan bantuan lainnya, yang memicu ketegangan lebih lanjut dengan Rusia.
Situasi ini turut memperburuk retorika nuklir antara kedua negara. Wakil Ketua Dewan Pertahanan Rusia sekaligus mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, bahkan sempat mengeluarkan peringatan terkait kemungkinan perang nuklir antara dua kekuatan global ini.
Sumber: CNBCIndonesia.com
