Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sebelum Wafat, Paus Fransiskus Kecam Israel Atas Kekerasan Pada Palestina

Sebelum Wafat, Paus Fransiskus Kecam Israel Atas Kekerasan Pada Palestina

Internasional Rabu, 23 April 2025 15:12 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber foto: BBC.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Vatikan – Umat Katolik dunia tengah dirundung duka mendalam. Pemimpin spiritual mereka, Paus Fransiskus, wafat pada usia 88 tahun, Senin pagi (21/4/2025), hanya sehari setelah menyuarakan seruan damai bagi Palestina dan dunia dalam khotbah Paskah terakhirnya.

Dalam pesan perpisahannya di hadapan ribuan jemaat di Vatikan, Pau Fransiskus mengecam kekerasan yang terus berlangsung di Jalur Gaza serta konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina. Ia dengan tegas meminta penghentian agresi dan menyerukan rekonsiliasi sebagai jalan menuju kemanusiaan yang utuh.

Advertisement

Paus, yang telah memimpin Gereja Katolik sejak 2013, menghembuskan napas terakhir setelah lima pekan dirawat karena pneumonia yang memperparah kondisi kesehatannya.

Menurut laporan Vatikan, Paus mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan kondisi pada Senin dini hari sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Ia sempat memberi isyarat perpisahan kepada perawat pribadinya, Massimiliano Strappetti, sebelum tak sadarkan diri dan mengalami koma mendalam.

BACA JUGA:  Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Beberapa jam kemudian, tepat pukul 07.35 pagi, Paus Fransiskus dinyatakan wafat. Sertifikat kematian yang dirilis menyebutkan bahwa beliau meninggal akibat stroke yang berujung pada serangan jantung mendadak.
Salah satu kalimat terakhir yang terekam dari bibirnya adalah penuh makna: “Terima kasih telah membawaku kembali,” demikian dilaporkan Vatican News, merujuk pada keinginannya untuk tetap dekat dengan umat hingga akhir hayat.

Momen wafatnya Paus Fransiskus terasa semakin menggugah karena sehari sebelumnya, ia masih sempat menerima kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance usai memimpin misa Paskah yang penuh haru.

Sebagai penghormatan terakhir, Vatikan telah menjadwalkan prosesi pemakaman untuk Sabtu (26/4) di Lapangan Santo Petrus pukul 10.00 waktu lokal. Ribuan umat diperkirakan hadir, bersama para pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

BACA JUGA:  Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Jenazah Paus saat ini disemayamkan di Kapel Santa Marta, tempat tinggal beliau selama 12 tahun masa kepausannya. Dalam keheningan kapel, ia terbaring dalam peti mati terbuka, mengenakan jubah kebesaran dan menggenggam rosario kesayangannya.
Rabu pagi, jenazah akan dibawa menuju Basilika Santo Petrus untuk disemayamkan hingga Jumat malam. Prosesi ini akan dikawal oleh Pasukan Pengawal Swiss, sembari para pemimpin negara dan tokoh-tokoh keagamaan datang memberi penghormatan terakhir.

Misa pemakaman akan dipimpin oleh Kardinal Giovanni Battista Re, dekan Dewan Kardinal yang kini berusia 91 tahun. Dunia menanti momen khidmat ini, yang sekaligus menandai akhir dari era kepemimpinan Paus pertama dari Amerika Latin itu—seorang pemimpin yang hingga akhir hayatnya tetap bersuara untuk perdamaian umat manusia.

Advertisement

Israel Kekerasan Palestina
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version