Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sebelum Dibunuh, Korban Sempat Dipinjamkan Baju TNI yang Telah Dibordir Nama Korban

Sebelum Dibunuh, Korban Sempat Dipinjamkan Baju TNI yang Telah Dibordir Nama Korban

Kriminalitas Selasa, 2 April 2024 13:52 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto Iwan Sutrisman Telaumbanua, Korban Pembuhan (sumber foto: editing dari tribunnews.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Kasus tragis pembunuhan terhadap calon siswa Bintara TNI Angkatan Laut (AL) bernama Iwan Sutrisman Telaumbanua akhirnya terungkap setelah dua tahun berlalu. Korban yang hilang kontak sejak 22 Desember 2022, akhirnya ditemukan telah dibunuh pada 24 Desember 2022.

Kelompoknya baru terbongkar setelah keluarga korban membuat laporan karena Iwan Sutrisman Telaumbanua tak kunjung pulang. Awalnya, keluarga mengira bahwa Iwan sedang menjalani pendidikan di TNI AL.

Advertisement

Namun, fakta yang mengejutkan muncul ketika terungkap bahwa korban dibunuh oleh oknum TNI berinisial Serda AAM dan seorang warga sipil bernama Muhammad Alfin Andrian (22).

Kasatreskrim Sawahlunto, AKP Syafrinaldi, mengungkapkan bahwa Serda AAM menjanjikan uang sebesar Rp30 juta kepada Muhammad Alfin yang bertindak sebagai eksekutor pembunuhan. Uang tersebut diberikan sebelum pembunuhan dilakukan.

“Pembunuhan dilakukan oleh Muhammad Alfin menggunakan senjata tajam pisau. Jenazah kemudian dibuang ke jurang di daerah Talawih, Sawahlunto, Sumatra Barat, sementara senjata tajamnya dibuang ke kawasan Lubuk Begalung, Kota Padang,” ungkapnya.

Selain melakukan pembunuhan, Serda AAM juga menipu keluarga korban dengan menjanjikan kelulusan anggota TNI AL. Dia meminta uang sebesar Rp200 juta yang telah ditransfer secara bertahap oleh keluarga korban.

Sebelum terjadinya pembunuhan, korban dipinjamkan baju TNI yang telah dibordir namanya oleh Serda AAM. Kemudian, foto korban dengan baju tersebut dikirim kepada orang tua Iwan Sutrisno Telaumbanua.

Penjelasan lebih lanjut terkait kasus ini akan diungkapkan dalam konferensi pers yang dijadwalkan besok di Padang bersama Lantamal, ungkap AKP Syafrinaldi.

“Jadi korban disuruh pangkas botak, dipakaikan baju dinas, difoto dan dikirim ke orang tuanya.”

“Supaya apa, supaya orang tuanya gak nelpon lagi karena anaknya sedang dalam pendidikan,” paparnya, Sabtu, dikutip dari TribunPadang.com.

Dari hasil pwnyelidikan, diketahui Serda AAM melakukan pembunuhan dengan senjata tajam.

“Mungkin dia sudah ada niat membunuh dan di tanggal 24 dibawa dan dibunuh tidak ada kabar lagi. Gak bisa dihubungi,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini Serda AAM telah ditetapkan sebagai tersangka sejak Kamis (28/3/2024) oleh Denpom Lanal Nias. Afrizal menerangkan, Serda AAM sempat ingin kabur ke Padang.

“Karena kejadian di Padang, kami koordinasi dengan pimpinan sehingga hari Kamis 28 Maret kami berangkatkan ke Padang menggunakan pesawat Susi Air dikawal anggota Denpom Lanal Nias,” jelasnya.

Akibat perbuatannya tersebut, saat ini Serda AAM berpotensi dijerat pasal penipuan dan pembunuhan berencana. (Sumber: Tribunnews.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Kriminalitas

Iran Bentuk ‘Rantai Manusia’ Jelang Ultimatum Trump, Ancam Bom Pembangkit Listrik

Kriminalitas

Polri Ungkap Sindikat Judi Online Jaringan Internasional, Sita Rp16,4 Miliar dan Bekukan 76 Rekening

Kriminalitas

Ditresnarkoba Polda Banten Ungkap Peredaran Obat Keras dengan Jumlah Ratusan Ribu Butir dan 2 Tersangka Ditangkap

Kriminalitas

Oknum Ketua RT dan RW Terduga Pemeras Pemborong Terancam Hukuman 9 Tahun Penjara

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version