Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ribuan Orang Ditangkap Terkait Kericuhan Jakarta, Mayoritas Bukan Warga Ibu Kota

Ribuan Orang Ditangkap Terkait Kericuhan Jakarta, Mayoritas Bukan Warga Ibu Kota

Nasional Senin, 1 September 2025 22:39 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,Jakarta – Kepolisian mengamankan lebih dari seribu orang buntut kericuhan yang melanda Jakarta sejak Jumat (29/8/2025). Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyebut, sebagian besar dari mereka bukan warga Jakarta, melainkan berasal dari Banten, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

“Hingga saat ini Polda Metro Jaya sudah menangkap sekitar 1.240 orang. Mayoritas berasal dari luar Jakarta,” kata Asep di Balai Kota Jakarta, Senin (1/9/2025).

Advertisement

Jumlah tersebut diperkirakan masih bisa bertambah. Polisi saat ini masih memburu sejumlah pelaku yang terlibat perusakan dan penjarahan fasilitas umum. Menurut Asep, identitas mereka telah dikantongi.

“Untuk yang melakukan perusakan atau penjarahan, kami sudah mendeteksi. Tinggal menunggu waktu, kami akan lakukan tindakan tegas,” tegasnya.
Asep memastikan aparat kepolisian bersama TNI tidak akan mentolerir tindakan anarkis. “Kami tidak segan menindak tegas orang-orang yang nekat,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi mengungkapkan mayoritas pelaku kericuhan justru berasal dari kalangan pelajar SMA dan STM. “Massa ini lebih banyak anak-anak SMA maupun STM. Ini yang harus menjadi perhatian kita bersama,” katanya. Deddy pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan ibu kota.

BACA JUGA:  Kesepuhan Adat Ingatkan Dampak Ekologi dan Sosial Terkait Menteri ESDM Tetapkan 528 Hektare Wilayah Pertambangan Rakyat di Lebak

“Menyampaikan pendapat dan saran tentu boleh, itu dijamin konstitusi. Namun, ketika berubah menjadi anarkis, kami akan tindak tegas,” ujarnya.

Kericuhan di Jakarta sejak Jumat lalu menimbulkan kerusakan fasilitas publik, kerugian ekonomi, hingga korban jiwa. Gelombang aksi ini terkait dengan penolakan kenaikan gaji DPR yang memicu demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah.

Kerugian Rp50 Miliar Lebih, 22 Halte Transjakarta Rusak

Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Jakarta sejak Jumat (29/8/2025) meninggalkan kerugian besar bagi fasilitas umum dan infrastruktur transportasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat total kerugian mencapai lebih dari Rp50 miliar.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan kerusakan paling parah terjadi pada sarana transportasi massal. Sedikitnya 22 halte Transjakarta menjadi sasaran perusakan, enam di antaranya dibakar hingga rata dengan tanah.

“Estimasi kerugian yang dialami Transjakarta kurang lebih Rp41,6 miliar,” ungkap Pramono, Senin (1/9/2025).

Selain itu, kerusakan juga menimpa Stasiun MRT Jakarta yang berada tak jauh dari titik utama demonstrasi di sekitar Mapolda Metro Jaya. Vandalisme terhadap fasilitas stasiun, mesin tiket, hingga perangkat keamanan menyebabkan kerugian Rp3,3 miliar.

BACA JUGA:  Polda Banten Pastikan Mayat Ditemukan di Pesisir Barat - Lampung Tidak Berkaitan dengan KM Arupadatu I

Tidak berhenti di sana, puluhan kamera CCTV kota pun dirusak, menambah beban kerugian sebesar Rp5,5 miliar.

“Sehingga bila ditotal, kerugian yang harus ditanggung Jakarta akibat kerusuhan beberapa hari terakhir mencapai lebih dari Rp50 miliar,” jelas Pramono.

Kerusakan fasilitas umum ini semakin menambah catatan kerugian ekonomi Ibu Kota, di tengah aksi unjuk rasa yang menolak kenaikan gaji DPR RI. Sejumlah pusat perbelanjaan terpaksa menutup operasional lebih awal, lalu lintas transportasi publik terganggu, dan masyarakat terdampak secara langsung akibat hilangnya akses layanan transportasi massal.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji melakukan perbaikan secepatnya, namun menegaskan bahwa biaya besar tersebut pada akhirnya tetap ditanggung oleh masyarakat melalui anggaran daerah.

“Kerugian ini bukan hanya soal uang, tetapi juga soal rasa aman warga Jakarta yang terganggu,” tambah Pramono.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version