Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » FPN Minta Prabowo Tegas Lawan Zionisme

FPN Minta Prabowo Tegas Lawan Zionisme

Nasional Minggu, 5 Oktober 2025 16:05 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GAZANAPUBLIKA.COM, Jakarta –  Bertepatan dengan perayaan hut TNI 5 Oktober 2025, sejumlah massa dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi simpatik di Tugu Tani, jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Tampak massa membentangkan dua spanduk besar. Satunya bertuliskan: “Pak Prabowo, Ayo Lawan Zionisme/ Kolonialisme/ Imperialisme/ Penjajah.” Adapun pada spanduk kedua tertulis: “Zionisme = Kolonialisme = Imperialisme = Penjajah, Harus dilawan Pak Presiden!!”

“Hari ini kami aksi untuk memberikan dukungan moril kepada Presiden Prabowo untuk tegas melawan Zionisme. Selain di Jakarta, FPN aksi serentak di berbagai kota di seluruh Indonesia, di antaranya di Bandung, Solo, Surabaya, Pekanbaru, Jember, Makassar, Kendari, Majene dan Baubau,” ungkap Sekjen FPN, Furqan AMC.

Advertisement

Menurut Furqan, Zionisme sedari awal berniat mendirikan Israel sebagai benteng kolonialisme dan imperialisme di Timur Tengah/Asia Barat. Niat busuk tersebut dengan gamblang bisa dilacak dari pernyataan bapak pendiri Israel Theodore Herzl pada kongres pertama Zionis Internasional di Basel, Swiss tahun 1897.

“Karena itu jelaslah sudah bahwa zionisme seungguhnya sama saja dengan kolonialisme dan imperialisme, sama-sama penjajah hakekatnya,” tegas Furqan.

Lebih lanjut Furqan menjelaskan, persekongkolan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya membackup dan mensuplai terus menerus senjata ke Israel untuk melakukan genosida adalah bukti yang tak terbantahkan. 80% senjata dan amunisi Israel disuplai Amerika Serikat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan agresi Israel di Gaza sebagai genosida. Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyimpulkan otoritas Israel dan pasukan keamanannya melakukan dan terus melakukan tindakan genosida terhadap warga Palestina.

BACA JUGA:  Anak Krakatau Masih Siaga, Erupsi Menerus Reda tetapi Ancaman Letusan Belum Usai

Dua organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) asal Israel, B’Tselem dan Physicians for Human Right, juga telah menyebut pemerintah Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

“Bahkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Isarel Yoav Galant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Palestina,” jelas Furqan.

Furqan mengungkap per 3 Oktober 2025, sudah 66 ribu lebih korban tewas dan 169 ribu lebih luka-luka menurut laporan kementerian kesehatan Palestina. Namun angka tersebut hanya yang tercatat di rumah sakit. Besar kemungkinan angkanya lebih tinggi karena banyaknya korban yang terjebak di reruntuhan maupun yang hilang, termasuk yang meninggal tidak langsung karena minimnya perawatan.

Hasil riset akademis Professor Richard Hil dan Dr. Gideon Polya, korban tewas di Gaza sejak 7 Oktober 2023 sebenarnya telah mencapai angka 680 ribu orang lebih dan 380 ribu di antaranya adalah anak di bawah lima tahun (balita).

Data di atas selaras dengan laporan jurnal ilmiah Inggris The Lancet yang menyebut
Jumlah kematian tidak langsung berkisar antara 3 hingga 15 kali lipat jumlah kematian langsung.

“Ketika arus solidaritas telah bergelombang di seluruh dunia hingga beberapa negara Eropa, Kanada dan Australia mulai mengakui kemerdekaan Palestina pada sidang umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Israel dan Amerika Serikat terus menelikungnya dengan Veto gencatan senjata dan berbagai siasat busuk lainnya,” ujar Furqan.

BACA JUGA:  Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Sudah enam kali AS telah menghentikan upaya gencatan senjata permanen dengan memveto resolusi gencatan senjata di sidang Dewan Keamanan PBB sejak badai Al Aqsa.

“Proposal perdamaian yang diajukan Trump baru-baru ini pun lebih tampak sebagai upaya tipu muslihat penundukan dan pelucutan para pejuang Gaza,” jelas Furqan.

Terakhir Israel dengan tanpa malu memanipulasi persepsi publik dengan memasukkan foto Presiden Prabowo dalam iklan bilboard bersama beberapa kepala negara Timur Tengah yang diframing seolah-olah menjadi circle Israel.

“Perangai manipulatif Israel ini telah melukai hati rakyat Indonesia yang setia membela Palestina sebagai kewajiban konstitusi dan sejarah,” papar Furqan.

“Karena itu aksi kali ini adalah sebentuk dukungan moril kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk tegas melawan Zionisme, Kolonialisme &
Imperialisme.”

“Zionisme = kolonialisme = imperialisme = penjajah,
HARUS DILAWAN PAK PRRSIDEN!,” pungkas Furqan yang juga aktivis 98 ini.

Pada aksi kali ini tampak bergabung aktivis-aktivis ILPS (International League of Peoples’ Struggle). Aksi yang dimulai jam 8 pagi tetap berakhir di Tugu Tani jam 10.15 WIB. Massa aksi batal long march ke Kedubes AS dan ke Istana Negara, menimbang kemacetan parah karena perayaan HUT TNI.

Advertisement

free palestine Prabowo Subianto Zionisme
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

BERITA TERBARU

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version