Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » PBNU Protes Keras Tayangan Trans7, Gus Yahya: Hina Pesantren dan Tokoh NU

PBNU Protes Keras Tayangan Trans7, Gus Yahya: Hina Pesantren dan Tokoh NU

Nasional Selasa, 14 Oktober 2025 23:10 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan protes keras terhadap tayangan program Expose Uncensored di Trans7 yang ditayangkan pada Senin, 13 Oktober 2025. Menurutnya, tayangan tersebut tidak hanya melanggar prinsip jurnalistik, tetapi juga melecehkan pesantren dan tokoh-tokoh NU.

“Tayangan Trans7 itu secara terang-terangan melecehkan bahkan menghina pesantren dan tokoh-tokoh yang dimuliakan Nahdlatul Ulama, yang selama ini menjadi panutan warga Nahdliyin,” kata Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2025).

Advertisement

Gus Yahya menegaskan, konten tayangan itu tidak hanya menciderai nilai-nilai luhur pesantren, tetapi juga berpotensi mengganggu harmoni sosial. Ia menilai tayangan tersebut telah menimbulkan kemarahan kalangan pesantren dan warga NU.

Sebagai langkah awal, PBNU menuntut Trans7 dan Trans Corporation bertanggung jawab atas kerusakan sosial yang ditimbulkan. Lembaga hukum PBNU juga telah diminta menempuh jalur hukum agar kasus ini diselesaikan sesuai koridor yang berlaku.

BACA JUGA:  Kapuspen TNI Bantah Isu Prajurit 'Serbu' Polda Metro Jaya, Tegaskan Narasi Provokatif

Gus Yahya mengimbau para kiai, santri, dan warga NU tetap teguh dalam berkhidmah, meski ada pihak yang menentang pesantren dan nilai-nilainya.
“Semua itu tidak boleh mengendurkan semangat kita untuk berkhidmah dengan ikhlas,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengabdian kepada agama dan bangsa dilakukan tanpa mengharapkan balasan, tetapi sebagai bentuk pengabdian tulus untuk mencari ridha Allah. “Kita akan terus meningkatkan khidmah dan introspeksi agar pengabdian ini lebih baik dan berkah bagi semua,” pungkasnya.

Bagaimana Persoalannya

Pada Senin, 13 Oktober 2025, stasiun televisi Trans7 menayangkan program ‘Expose Uncensored’, yang kali ini mengambil tema mengenai dunia pondok pesantren, khususnya Pesantren Lirboyo, Kediri, serta pengasuhnya, KH Anwar Manshur. Program tersebut menyoroti kegiatan, praktik pendidikan, dan kebijakan internal pesantren dengan pendekatan yang terkesan sensasional. Tayangan ini menampilkan narasumber dan cuplikan kegiatan di pesantren secara selektif, menonjolkan sisi kontroversial yang memunculkan persepsi negatif terhadap institusi yang selama ini dihormati sebagai lembaga pendidikan Islam tertua dan berpengaruh di Indonesia.

BACA JUGA:  Presiden Memimpin Panen Raya Jagung Kuartal II Bersama Polri di Tuban

Dalam tayangan itu, beberapa tokoh pesantren digambarkan dengan nada yang dianggap merendahkan, menyinggung praktik pendidikan dan tradisi yang dijalankan selama bertahun-tahun. Kegiatan belajar mengajar, disiplin santri, serta tata kelola pondok pesantren dipresentasikan seolah-olah menimbulkan masalah dan kontroversi, tanpa disertai upaya cross-check atau pandangan seimbang dari pihak pesantren. Hal ini memunculkan kesan bahwa pesantren lebih fokus pada hal-hal yang dianggap sensasional daripada pada pendidikan dan pembinaan moral santri.

Konten tayangan yang menyudutkan tokoh-tokoh pesantren serta menonjolkan aspek negatif dari kegiatan sehari-hari pesantren memicu reaksi keras dari kalangan Nahdlatul Ulama. Mereka menilai tayangan tersebut melecehkan dan menghina martabat pesantren, serta tidak menghargai nilai-nilai luhur yang dijunjung oleh dunia pesantren. Tayangan yang seharusnya bersifat informatif ini justru menimbulkan ketegangan sosial dan menimbulkan kemarahan di kalangan santri, kiai, dan warga Nahdliyin.

Advertisement

Nahdlatul Ulama Tradisi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.