Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » PDIP Dukung KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Whoosh, Megawati Sudah Ingatkan Sejak 2015

PDIP Dukung KPK Usut Dugaan Korupsi Proyek Whoosh, Megawati Sudah Ingatkan Sejak 2015

Nasional Rabu, 29 Oktober 2025 1:34 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan kasus korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Menyikapi hal itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penegakan hukum dan mengingatkan kembali pesan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri yang sejak awal sudah menyoroti proyek tersebut.

“Dugaan mark up itu urusan hukum, urusan KPK. Biar saja semua yang ada indikasi itu kita dukung untuk diperiksa, begitu saja PDI Perjuangan ya,” ujar elite PDIP Ribka Tjiptaning kepada wartawan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

Advertisement

Ribka menegaskan, PDIP tidak akan mencampuri proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk mengusut dugaan penyimpangan yang terjadi dalam proyek strategis nasional tersebut.

Megawati Sudah Ingatkan Sejak 2015

Senada dengan Ribka, Ketua DPP PDIP MY Esti Wijayanti mengungkapkan bahwa Megawati Soekarnoputri telah memberikan peringatan jauh sebelum proyek kereta cepat ini dimulai. Menurutnya, pada tahun 2015 Megawati sempat mempertanyakan urgensi dan manfaat proyek tersebut bagi masyarakat.

BACA JUGA:  Anggaran MBG Terserap Rp139,77 Triliun, BGN Masih Punya Sisa Rp79 Triliun

“Ya kalau soal Whoosh, saya kira Bu Mega sudah mengingatkan sejak awal. Tahun 2015 sudah mengingatkan, apakah itu sudah saatnya? Apakah itu akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat secara keseluruhan? Lalu bagaimana catatan-catatan yang harus diberikan terkait hal itu?” ujar Esti.

Esti menambahkan, PDIP bersikap tegas bahwa segala pelanggaran hukum harus diusut tanpa pandang bulu.

“Kalau memang terbukti ada korupsi di situ, ya harus ada penindakan dari aparat penegak hukum. Saya kira tegas kalau soal itu,” katanya.

Sementara itu, KPK membenarkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki dugaan kasus dalam proyek Whoosh.

“Ya benar, perkara tersebut saat ini sedang dalam tahap penyelidikan di KPK,” kata juru bicara KPK Budi saat dikonfirmasi.

BACA JUGA:  Enam Pangdam Baru Muncul Bersamaan dengan Peresmian 204 Satuan TNI

Menurut KPK, penyelidikan telah dilakukan sejak awal 2025. Namun hingga kini belum ada informasi mengenai pihak yang telah diperiksa maupun rincian dugaan pelanggaran yang tengah ditelusuri. Sesuai ketentuan, tahap penyelidikan di KPK bersifat tertutup hingga ditemukan bukti permulaan yang cukup.

Proyek Whoosh merupakan bagian dari kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok melalui PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Rencana pembangunannya dimulai pada 2015 dan ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016.

Kereta cepat ini resmi beroperasi pada 2 Oktober 2023, menjadi yang pertama di Indonesia sekaligus Asia Tenggara. Proyek senilai puluhan triliun rupiah itu sejak awal menuai pro dan kontra, terutama terkait efisiensi biaya, pembebasan lahan, dan potensi beban keuangan negara.

Advertisement

Korupsi KPK PDIP
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version