Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » PKB Nilai Respons Raja Juli pada Permintaan Maaf Cak Imin Kurang Bijak

PKB Nilai Respons Raja Juli pada Permintaan Maaf Cak Imin Kurang Bijak

Nasional Sabtu, 6 Desember 2025 22:37 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Polemik pernyataan ‘tobat nasuha’ yang sebelumnya memicu perbincangan publik kembali memanas. Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan menilai permintaan maaf yang disampaikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni merupakan bentuk ketulusan dan kedewasaan sikap. Namun demikian, ia menyayangkan respons yang muncul justru dinilai tidak mencerminkan semangat yang sama.

“Saya tidak paham pastinya. Tapi, kalaupun benar, itu bentuk rendah hati Cak Imin. Tapi sayang, kerendahhatian Cak Imin dijawab dengan kesombongan Raja Juli,” kata Daniel Johan kepada wartawan, Sabtu (6/12/2025).

Advertisement

Menurut Daniel, semestinya peringatan yang disampaikan Cak Imin dipahami sebagai bentuk kepedulian antarsahabat, terlebih dalam konteks tanggung jawab moral pejabat publik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban seorang menteri bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada Presiden dan publik, tetapi juga kepada Tuhan.

“Harusnya berterima kasih sudah diingatkan sebagai sahabat karena setiap amanat jabatan, selain bertanggung jawab ke Presiden, tapi juga kepada publik dan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Daniel juga menegaskan bahwa saat pernyataan tersebut disampaikan, Cak Imin tidak sedang menginstruksikan atau menekan pihak mana pun. Sebaliknya, ia menilai ajakan tersebut merupakan refleksi kemanusiaan yang telah lama menjadi perhatian Ketua Umum PKB.

BACA JUGA:  Dikabulkannya Gugatan MBG Disebut Bukti Kegagalan DPR

“Cak imin saat itu tidak lagi perintah siapa pun, Cak Imin hanya menyampaikan pesan kemanusiaan, sebagai bentuk keresahan yang muncul dari hatinya, sekaligus mengingatkan dirinya sendiri dan mengajak semua pihak untuk menjaga Ibu Alam kita,” ujar Daniel Johan.

Ia menambahkan bahwa gagasan mengenai tobat ekologi bukan hal baru dalam tradisi politik PKB.

“Ajakan untuk tobat ekologi sudah sejak lama disampaikan Cak Imin kepada seluruh kader PKB termasuk kepada dirinya sendiri. Jadi bukan baru saat ini aja. Ini adalah panggilan kemanusiaan sebelum kerusakan-kerusakan yang lebih parah menghantam kehidupan kita bersama akibat perbuatan dan kebijakan yang kita buat sendiri,” sambungnya.

Di tengah menguatnya polemik, Daniel mengungkapkan pesan pribadi Cak Imin yang menurutnya mencerminkan sikap menyejukkan. Cak Imin, kata Daniel, justru mengingatkan agar energi politik digunakan untuk memperbaiki lingkungan, bukan memperuncing konflik.

“Arahan Cak Imin cuma memberi pantun WA ke-saya. Jalan-jalan ke Kampung Radio Dalam, (cakep..!). Jangan lupa beli rambutan (cakep..!). Kita ini mau memperbaiki alam, bukan mencari keributan,” ungkapnya.

Penjelasan Raja Juli

Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima permintaan maaf langsung dari Cak Imin terkait pernyataan “tobat nasuha”. Permintaan tersebut, menurut Raja Juli, disampaikan melalui pesan WhatsApp.

BACA JUGA:  Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

“Soal tobat, tobat bareng-bareng tadi kata Bu Alien. Saya alhamdulillah sudah mendapat WA dari Pak, Gus Imin, beliau mengatakan minta maaf kepada saya. Mengatakan bahwa bukan itu maksudnya,” kata Raja Juli dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).

Ia menilai Cak Imin telah bersikap bijaksana dan terbuka dalam menyampaikan permohonan maaf tersebut.

“Beliau secara gentle saya kira minta maaf. Dan saya kira, saya terima maaf beliau karena memang bukan itu maksud beliau. Beliau mengatakan demikian kepada saya,” ungkap Raja Juli.

Lebih lanjut, Sekretaris Jenderal PSI itu mengingatkan pentingnya soliditas di antara para menteri dalam kabinet pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan agar tidak ada pernyataan publik yang berpotensi menimbulkan persepsi saling menyudutkan antarkementerian.

“Dan sebagai sesama menteri, saya katakan kita harus kompak, nggak boleh lagi ada pernyataan-pernyataan yang justru saling mendiskreditkan antara kementerian yang lain,” ujar Raja Juli.
“Ini penting, semuanya adalah anak buah Pak Prabowo, tidak bisa mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengganggu stabilitas kita,” tambahnya.

Advertisement

Konflik Muhaimin Iskandar Politik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version