Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, pembangunan jembatan darurat menjadi penentu kembalinya akses masyarakat. Di balik proses itu, ribuan personel TNI bekerja dengan waktu istirahat yang sangat terbatas.
Unsur pengarah BNPB Jonathan Victor Rembeth mengungkapkan bahwa sejumlah prajurit di lapangan hanya memiliki waktu tidur satu hingga dua jam demi mempercepat pembangunan jembatan Bailey di wilayah terdampak.
Advertisement
“Saya melihat adik-adik di lapangan itu, kalau kemarin Pak KASAD bicara tentang personelnya, kami terima kasih sekali di lapangan tentara itu mungkin hanya tidur 2 jam, 1 jam, semua baik di logistik, membangun kembali jembatan, itu orang-orang hebat semua,” ucapnya, Rabu (31/12/2025), dikutip dari YouTube tvOneNews.
Jembatan Bailey yang dibangun tersebut berfungsi sebagai penghubung sementara di wilayah yang infrastrukturnya rusak akibat banjir dan longsor.
Jembatan rangka baja prefabrikasi ini dikenal portabel, cepat dirakit, dan cukup kuat untuk menopang aktivitas warga. Jenis jembatan ini pertama kali dikembangkan militer Inggris pada Perang Dunia II untuk mendukung mobilitas peralatan berat.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyatakan sebanyak 37.910 personel TNI dikerahkan untuk membangun 32 jembatan Bailey di tiga provinsi terdampak bencana tersebut.
Peran aktif TNI dalam penanganan bencana, menurut Victor, merupakan bagian dari mandat hukum yang telah diatur negara. Dalam Undang-Undang TNI, terdapat ketentuan mengenai Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang menugaskan TNI menjalankan fungsi non-tempur untuk mendukung pemerintah dan masyarakat.
“Undang-undang kita juga sudah memasukkan yang namanya Undang-Undang TNI ya, OMSP, Operasi Militer Selain Perang. Jadi itu tanggung jawab TNI memang jelas,” ujarnya.
Selain dukungan aparat, Victor juga menyoroti partisipasi masyarakat sipil dalam pemulihan bencana. Ia menyebut bantuan donasi senilai Rp10,3 miliar yang dihimpun publik figur Ferry Irwandi telah disalurkan sepenuhnya kepada korban banjir dan longsor.
“Orang Indonesia hebat semua dalam hal ini, kita bekerja bersama-sama. Kami ingin katakan dari BNPB, terima kasih untuk orang yang bisa mengumpulkan Rp10 miliar,” paparnya.
Advertisement
