Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » FPN Kutuk Agresi AS ke Venezuela, Sebut AS Induk Terorisme Global

FPN Kutuk Agresi AS ke Venezuela, Sebut AS Induk Terorisme Global

Nasional Senin, 5 Januari 2026 14:07 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Free Palestine Network (FPN) mengutuk keras agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. Organisasi solidaritas internasional itu menilai tindakan Washington sebagai bentuk lanjutan dari kebijakan imperialisme yang merusak kedaulatan negara lain.

Sekretaris Jenderal FPN, Furqan AMC, menyatakan bahwa agresi militer AS di Venezuela menunjukkan watak brutal kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang selama ini kerap menghancurkan negara, membunuh rakyat sipil, dan menjarah sumber daya alam.

Advertisement

“Free Palestine Network (FPN) mengutuk keras agresi Amerika Serikat pada Venezuela. Agresi Amerika Serikat ini adalah bukti yang kesekian kali dari brutalitas kebijakan imperialisme AS yang menghancurkan sebuah negara, membunuh rakyat dan menjarah sumber dayanya,” tegas Furqan dalam keterangan resminya.

Menurut Furqan, agresi tersebut sekaligus mengonfirmasi peran Amerika Serikat sebagai sumber utama instabilitas global dan terorisme internasional.

BACA JUGA:  Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik 'SPPG'

“Agresi ini mengonfirmasi bahwa AS adalah induk dari terorisme itu sendiri, biang kekacauan di seluruh dunia. Jejaknya bisa kita lihat di Chile, Guatemala, Kongo, Libya, Irak, Suriah, dan Palestina. AS telah membunuh lebih 20 juta rakyat di 37 negara di seluruh dunia pasca Perang Dunia Kedua. AS terlibat langsung atau tidak langsung dalam lebih dari 70 upaya perubahan rezim sebuah negara sejak 1945,” tambahnya.

Furqan juga menilai agresi militer AS terhadap Venezuela merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional, khususnya Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Agresi AS ini merupakan pelanggaran telanjang terhadap Piagam PBB, khususnya Pasal 1 dan 2 yang menjamin penghormatan terhadap kedaulatan sebuah bangsa,” ujarnya.

Dalam pernyataan yang sama, FPN menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Venezuela dan Presiden Nicolas Maduro. Furqan menyebut FPN akan menggelar aksi solidaritas dalam waktu dekat di berbagai kota di Indonesia.

BACA JUGA:  Menantang Risiko di Bawah Rel: Langkah Sigap Rano Karno Cegah Petaka 'Sinkhole' Lenteng Agung

“Free Palestine Network (FPN) menyatakan solidaritasnya untuk Venezuela dan presidennya Nicolas Maduro. Dalam waktu dekat FPN akan melakukan aksi solidaritas di berbagai kota di seluruh Indonesia. FPN menyerukan kepada seluruh komunitas internasional untuk mengambil langkah berani dan tegas untuk menghentikan agresi AS dan mengakhiri unilateralisme AS,” seru Furqan.

Sebelumnya, sedikitnya 40 orang dilaporkan tewas dalam serangan pasukan Delta Force Amerika Serikat ke Venezuela pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026. Korban dilaporkan tidak hanya berasal dari kalangan militer, tetapi juga warga sipil.

Dalam konferensi pers pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengklaim pasukan Amerika Serikat telah menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump juga menyatakan bahwa pemerintah AS akan mengambil alih kendali Venezuela, termasuk cadangan minyak negara tersebut yang besar.

Advertisement

Aksi Palestina Perang
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.