Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Penempatan Rudal KHAN di Kalimantan Tandai Penguatan Postur Pertahanan Indonesia

Penempatan Rudal KHAN di Kalimantan Tandai Penguatan Postur Pertahanan Indonesia

Nasional Kamis, 8 Januari 2026 21:04 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Rudal balistik jarak pendek Bora, sama dengan KHAN ITBM-600, seperti yang terlihat pada gambar, adalah salah satu dari sekian banyak rudal dalam persenjataan Turki. Rudal ini lebih pendek daripada rudal balistik Tayfun yang diuji coba di atas Laut Hitam pada 18 Oktober 2022. (Roketsan)

Advertisement

GazanaPublika.com,   Jakarta — Langkah Indonesia menempatkan sistem rudal balistik jarak pendek KHAN di Kalimantan Timur menandai penguatan postur pertahanan nasional yang semakin terukur dan strategis. Penempatan ini dinilai bukan sekadar pengadaan alutsista baru, melainkan bagian dari pergeseran cara pandang pertahanan di tengah dinamika geopolitik kawasan.

Rudal KHAN ITBM-600 dilaporkan telah tiba di Indonesia dan ditempatkan di Markas Batalyon Artileri Medan ke-18 (Yonarmed 18/Buritkang), Tenggarong, Kalimantan Timur. Keberadaan sistem senjata tersebut pertama kali terpantau pada Agustus 2025, dikutip dari Tribunnews.com.

Advertisement

Pilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi penempatan awal memunculkan perhatian sejumlah pengamat pertahanan. Alih-alih dikerahkan di kawasan perairan strategis seperti Laut China Selatan atau Selat Malaka, Indonesia justru memilih wilayah pedalaman yang berdekatan dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini dipandang mencerminkan prioritas perlindungan terhadap pusat-pusat strategis nasional.

BACA JUGA:  Siksa ART Indonesia, Dua Pasang Majikan di Malaysia Ditangkap Setelah Videonya Viral di Tanah Air

Rudal KHAN merupakan produk industri pertahanan Turki yang dikembangkan oleh Roketsan. Mengutip DefenseNews, Indonesia dan Roketsan telah menandatangani kontrak pengadaan pada November 2022. Kesepakatan tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di luar Turki yang mengoperasikan sistem rudal ini, yang merupakan versi ekspor dari rudal balistik Bora milik militer Turki.

Dari sisi kemampuan, rudal KHAN dirancang untuk menyerang target bernilai tinggi dan diperkuat, seperti bunker komando, instalasi radar, pangkalan udara, hingga simpul logistik militer. Berdasarkan laporan defencesecurityasia.com, rudal ini memiliki bobot peluncuran sekitar 2.500 kilogram dengan hulu ledak seberat 470 kilogram.

BACA JUGA:  Pemerintah Alokasikan Rp 3 Miliar untuk Setiap Koperasi Desa Merah Putih

Sistem pemandunya mengombinasikan navigasi GPS, GLONASS, dan sistem inersia, dengan tingkat akurasi yang diklaim memiliki deviasi kurang dari 10 meter dari sasaran. Rudal ini dioperasikan menggunakan peluncur beroda 8×8 yang memungkinkan taktik ‘tembak dan pindah’, sehingga meningkatkan survivabilitas sistem di medan operasi.

Kapabilitas tersebut dinilai mampu menjembatani celah antara artileri konvensional, sistem roket, dan serangan presisi berbasis udara. Dengan demikian, kehadiran rudal KHAN memperkuat konsep tembakan berlapis yang sejalan dengan doktrin peperangan multi-domain modern.

Pengadaan dan penempatan sistem ini menunjukkan upaya Indonesia memperkuat daya tangkal tanpa harus bersikap provokatif. Pendekatan ini mencerminkan strategi pertahanan yang menitikberatkan kesiapsiagaan, perlindungan aset vital nasional, serta fleksibilitas dalam menghadapi berbagai skenario ancaman.

Advertisement

IKN Perang Politik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.