Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Pertemuan tertutup antara Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis dengan Presiden Joko Widodo di Solo rupanya mengejutkan banyak pihak—termasuk Roy Suryo. Mantan Menpora itu mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya agenda pertemuan tersebut.
Alih-alih merasa tersentak atau bereaksi keras, Roy justru mengaku hanya bisa menertawakannya. Baginya, kabar pertemuan itu seolah menjadi titik akhir dari narasi panjang yang selama ini dibangun Eggi Sudjana terkait tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi.
Advertisement
“Kami kalau dalam tim kuasa hukum, advokasi dan akademisi, kita tertawa malah. Oh, cuman segitu toh akhirnya kalian berdua itu. Gitu loh,” ujar Roy Suryo dalam program Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Jumat (9/1/2026).
Roy menilai, setelah pertemuan tersebut, publik kini bisa melihat batas sejauh mana perjuangan Eggi Sudjana dalam isu ijazah Jokowi. Bahkan, Roy menyebut status Eggi telah bergeser—dari sosok yang mengklaim diri sebagai pejuang, menjadi figur yang justru kalah sebelum mencapai tujuan.
“Kita kan menertawakan aja mereka ternyata ya. Ternyata cuman sampai segitunya. Itu bukan pejuang namanya, tapi pecundang,” tegas Roy.
Soilah alasan di balik pertemuan Eggi dengan Jokowi, Roy memilih untuk tidak berspekulasi. Ia mengaku tidak tahu-menahu dan menyerahkan sepenuhnya kepada Eggi untuk memberikan penjelasan kepada publik.
“Nah, makanya itu tanyakan ke Eggi. Jadi saya kira untuk baiknya Eggi harus menerima telepon dari redaksi,” imbuhnya.
Di tengah polemik tersebut, muncul pula anggapan bahwa Roy Suryo dan Eggi Sudjana telah pecah kongsi dalam isu tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi. Namun Roy secara tegas membantah narasi itu.
Menurut Roy, sejak awal dirinya memang tidak pernah berada dalam satu barisan kuasa hukum dengan Eggi. Karena itu, istilah pecah kongsi dianggapnya tidak relevan.
“Dari dulu memang kami enggak pernah set apa saya tidak pernah bersama-sama dengan Eggi dalam satu kuasa hukum. Enggak ada,” ujar Roy.
Ia juga menegaskan bahwa Eggi Sudjana tidak berada di bawah koordinasi tokoh-tokoh hukum lain yang selama ini kerap dikaitkan dalam isu tersebut.
“Eggi juga tidak dibawah Pak Khozinudin. Eggi juga tidak dibawah Abraham Samad, juga tidak dibawah Pak Petrus,” tegasnya.
Advertisement
