Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Mahfud Md Pertanyakan Fairness Perkara Chromebook, Soroti Hak Pembelaan Nadiem Makarim

Mahfud Md Pertanyakan Fairness Perkara Chromebook, Soroti Hak Pembelaan Nadiem Makarim

Nasional Kamis, 15 Januari 2026 21:17 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md ikut angkat suara mengenai proses hukum yang tengah dijalani mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim. Perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan CDM di Kemendikbudristek itu dinilai Mahfud menyisakan persoalan serius terkait keseimbangan dan keadilan prosedural.

Kasus tersebut menempatkan Nadiem sebagai terdakwa dalam dugaan tindak pidana korupsi program digitalisasi pendidikan periode 2019–2022. Dalam surat dakwaan, jaksa menyebut kerugian negara berada di kisaran Rp2,1 hingga Rp2,18 triliun. Proses persidangan telah memasuki tahap pembuktian setelah majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum Nadiem pada sidang Senin (12/1/2026).

Advertisement

Melalui podcast di kanal YouTube pribadinya, Mahfud menyoroti keberatan tim penasihat hukum Nadiem yang menyatakan belum menerima hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), padahal dokumen tersebut dijadikan dasar utama dakwaan jaksa.

“Seharusnya itu sudah diterima oleh Nadiem dan/atau pengacaranya sebelum sidang. Karena di dalam pasal 143 KUHAP yang lama, yang berlaku bagi hukumnya Nadiem ini, menyebutkan bahwa pada saat pelimpahan perkara dari kejaksaan ke pengadilan itu harus diserahkan surat dakwaan beserta lampiran-lampiran pendukungnya, termasuk alat buktinya,” ujar Mahfud dalam keterangan tertulis, Kamis (15/1/2026).

BACA JUGA:  Penyelidikan Insiden 'Black Out' Sumatera: Bareskrim Polri Terjunkan Tim ke Muara Jambi

Menurut Mahfud, situasi ketika terdakwa dan kuasa hukumnya belum sempat membaca laporan audit yang menjadi fondasi tuduhan justru mencederai prinsip keadilan. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tidak adil karena menghalangi hak terdakwa untuk memahami secara utuh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Mahfud menegaskan, kritik itu bukan dimaksudkan untuk membela substansi perkara, melainkan untuk mengingatkan pentingnya koreksi dalam proses penegakan hukum agar hak pembelaan tetap terjaga dan persidangan berjalan seimbang.

Selain soal dokumen audit, Mahfud juga menyoroti perlakuan terhadap Nadiem di luar ruang sidang, khususnya larangan memberikan keterangan kepada media. Ia mempertanyakan keseimbangan ketika jaksa leluasa menyampaikan pernyataan kepada pers, sementara terdakwa dibatasi menyampaikan pandangannya.

“Masa Nadiem tidak diberi kesempatan. Haknya dilanggar. Tidak ada keseimbangan,” ungkap Mahfud.

Dalam pandangannya, pembatasan komunikasi tersebut berpotensi menciptakan ketimpangan narasi di ruang publik, karena hanya satu pihak yang bebas membentuk opini.

“Prinsip keadilan menuntut adanya ruang yang proporsional bagi semua pihak, termasuk terdakwa, untuk menyampaikan versinya tanpa intervensi yang berlebihan,” kata Mahfud.

BACA JUGA:  Tepis Propaganda Politik, Gerindra Ungkap Esensi Pidato Prabowo Terkait Logika Dolar di Desa

Mahfud juga mengulas kembali isu grup WhatsApp bernama ‘Mas Menteri’ yang sempat beredar luas dan membentuk opini negatif terhadap Nadiem. Ia menegaskan bahwa narasi tentang dugaan perencanaan kejahatan melalui percakapan grup tersebut ternyata tidak tercantum dalam surat dakwaan jaksa.

“Tuduhan mengenai percakapan di grup ‘Mas Menteri’ itu ternyata tidak pernah muncul dalam surat dakwaan jaksa. Ketiadaan narasi itu dalam dakwaan resmi, dibarengi keterangan Nadiem yang membantah keberadaan percakapan tersebut, menunjukkan bahwa isu itu tidak dapat lagi dijadikan pijakan untuk menghakimi Nadiem di ruang publik,” terang Mahfud.

Ia menilai penyebaran isu tersebut sejak awal telah menempatkan Nadiem dalam posisi yang dirugikan secara opini publik, meskipun tidak pernah dibuktikan secara hukum di persidangan. Mahfud mengingatkan bahwa proses peradilan semestinya bertumpu pada dakwaan dan alat bukti yang sah, bukan pada rumor atau narasi yang tidak tertuang dalam berkas perkara.

Dengan sorotan tersebut, Mahfud menekankan bahwa penegakan hukum tidak hanya soal menghukum, tetapi juga menjaga keadilan prosedural agar kepercayaan publik terhadap sistem peradilan tetap terpelihara.

Advertisement

Budaya Korupsi Politik
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.