Advertisement
GazanaPublika.com,Jakarta – Insiden padamnya aliran listrik dalam skala luas yang melanda sebagian wilayah Pulau Sumatera selama berjam-jam kini memasuki babak baru. Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengirimkan tim khusus ke Provinsi Jambi, wilayah yang diidentifikasi sebagai titik awal terjadinya gangguan sistem kelistrikan tersebut. Langkah hukum ini diambil guna menyelidiki secara menyeluruh faktor utama di balik gangguan kelistrikan massal yang terjadi.
Informasi mengenai penerjunan personel penegak hukum tersebut dikonfirmasi langsung oleh pihak kepolisian pada (24/5/2026). Korps Bhayangkara mengerahkan personel dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri demi mengusut tuntas peristiwa kelistrikan ini.
Advertisement
“Tim Direktorat Tipidter Bareskrim Polri menerjunkan tim ke titik putus sambungan Sutet 175-176 Desa Tempino, Mestong, Muara Jambi. Polisi menyelidiki penyebab black out yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera,” ujar Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni dalam keterangan tertulis pada Minggu (24/5/2026), dikutip dari detikNews.
Dalam pelaksanaan investigasi di lapangan pada (24/5/2026), personel Direktorat Tipidter Bareskrim Polri tidak bekerja sendiri. Mereka turut didampingi oleh tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri serta perwakilan dari pihak PT PLN (Persero). Kombinasi tim ini langsung mendatangi lokasi kerusakan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti teknis.
Sebagai bagian dari prosedur pembuktian ilmiah, tim kepolisian juga mengamankan material penting dari lokasi kejadian. Berdasarkan laporan, material kabel penghantar listrik yang mengalami kerusakan struktural di titik gangguan telah diambil oleh petugas.
“Barang bukti berupa konduktor yang putus dibawa ke Puslabfor Bareskrim,” jelas Brigjen Mohammad Irhamni secara tertulis, dikutip dari detikNews.
Adapun kronologi teknis dan dampak dari putusnya kabel transmisi tersebut memicu ketidakseimbangan beban yang fatal pada sistem kelistrikan interkoneksi Sumatera. Putusnya sambungan kabel utama tersebut seketika merusak stabilitas jaringan pasokan daya antardaerah.
Hal itu menyebabkan beberapa wilayah mengalami kelebihan pasokan listrik atau ‘oversupply’ karena beban hilang secara tiba-tiba. Kondisi itu membuat frekuensi dan tegangan listrik naik sehingga pembangkit otomatis keluar dari sistem atau padam. Sementara, di wilayah lain justru terjadi defisit daya akibat berkurangnya pembangkit. Frekuensi dan tegangan turun sehingga membebani pembangkit lain dan membuat sistem kelistrikan ikut lepas dari jaringan.
Merespons situasi darurat kelistrikan tersebut, pihak perusahaan listrik milik negara langsung mengambil langkah-langkah mitigasi di lapangan. PLN kemudian melakukan pengecekan dan perbaikan bertahap guna memulihkan kembali pasokan listrik ke jutaan pelanggan yang terdampak di seluruh wilayah Sumatera, dikutip dari detikNews.
Advertisement
