Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dokter Tifa Sebut Ada Enam Spesimen Ijazah Jokowi, Nilai Terjadi ‘Ilusi Transparansi’

Dokter Tifa Sebut Ada Enam Spesimen Ijazah Jokowi, Nilai Terjadi ‘Ilusi Transparansi’

Nasional Rabu, 18 Februari 2026 9:08 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks, Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai dokter Tifa, menyebut sedikitnya ada enam spesimen ijazah milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang muncul ke publik sejak isu ijazah palsu mencuat.

Menurut Tifa, jumlah tersebut bahkan berpotensi bertambah. Ia menduga akan ada dua versi lain yang keluar dari KPU Kota Surakarta dan KPU Provinsi DKI Jakarta.

Advertisement

“Jadi artinya sudah ada 6 versi, kita tunggu versi ke-7 dan ke-8 dari KPU Surakarta dan KPU Jakarta,” ungkap Tifa kepada wartawan, Senin (16/2/2026).

Tifa menjelaskan, spesimen pertama disebutnya ditunjukkan oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Sigit Sunarta. Setelah itu, kata dia, lima spesimen lain turut beredar, termasuk yang ditampilkan oleh kader PSI Dian Sandi hingga Dirtipidum Bareskrim Polri.

BACA JUGA:  Kemenkeu Finalisasi Pengalihan Saham Whoosh, Kewajiban PSBI Tak Dibebankan Langsung ke APBN

Ia menilai kemunculan berbagai spesimen tersebut sebagai bentuk ‘ilusi transparansi’, yakni upaya yang tampak terbuka namun menurutnya tidak benar-benar menjawab substansi persoalan.

“Ini adalah perilaku ilusi transparansi. Kelihatannya transparan pada tanggal 20 Oktober 2022 transparan, dekan menunjukan ijazah, kemudian transparan lagi Dirtipidum menunjukan ijazah, transparan lagi Dian sandi, kemudian juga di KPU ini semua adalah ilusi transparansi. Kita semua dipaksa untuk meyakini bahwa semua versi dari ijazah tersebut adalah asli,” tutur dia.

Padahal, lanjut Tifa, menurutnya tidak satu pun dari enam spesimen yang ditampilkan identik dengan ijazah mahasiswa Kehutanan UGM tahun 1985. Ia bahkan menyimpulkan bahwa keenam spesimen tersebut palsu.

BACA JUGA:  Aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau Masih Tinggi, Badan Geologi Ingatkan Potensi Erupsi Susulan

“Padahal kalau setidaknya ada 6 versi dari ijazah ini keluar, berarti kita bisa berhipotesis bahwa salah satu, dua, tiga, empat, lima, enam, semuanya palsu,” ungkap Tifa.

“Tidak ada yang identik dengan ijazah asli dari lulusan Kehutanan UGM tahun 1985,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak UGM maupun instansi terkait mengenai pernyataan dokter Tifa tersebut. Kasus dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran hoaks yang menjeratnya masih dalam proses hukum.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version