Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Presoden Prabowo: Mau Ganti Saya, Tunggu 2029, Saya Ingin Tegakan Hukum

Presoden Prabowo: Mau Ganti Saya, Tunggu 2029, Saya Ingin Tegakan Hukum

Nasional Senin, 23 Maret 2026 8:20 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Presiden RI Prabowo Subianto

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Komitmen penegakan hukum dan pembenahan internal pemerintahan kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataan yang disampaikan di Hambalang, Bogor, ia menekankan bahwa proses perubahan tidaklah ringan, namun harus tetap dijalankan tanpa kompromi.

Dalam diskusi bersama jurnalis dan pengamat, Prabowo menanggapi berbagai isu, termasuk kasus teror penyiraman air keras terhadap aktivis. Ia menegaskan pentingnya ketegasan negara dalam menegakkan hukum, termasuk jika pelanggaran dilakukan oleh aparat sendiri.

Advertisement

“Begini, saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin menegakkan hukum. Bagaimana kita tegakkan hukum kalau kita biarkan seperti ini? Kalau itu dari aparat. Dan saya ingin kasih tahu bahwa memang aparat kita ya banyak kekurangannya,” kata Prabowo, dikutip Sabtu (21/3/2026).

Ia mengakui masih adanya persoalan serius di dalam tubuh birokrasi. Bahkan, Prabowo menyinggung fenomena ‘deep state’ serta adanya pejabat setingkat direktur jenderal yang berani melawan menteri.

BACA JUGA:  YLBHI Soroti Kehadiran Militer di Ranah Penegakan Hukum Sipil Pasca-Penggeledahan di Cipete

“Kita menemukan deep state, kita menemukan ada dirjen-dirjen yang berani ngelawan menteri. Akhirnya kita pecat kan, banyak sekali dirjen-dirjen. Ada dirjen-dirjen yang merasa untouchable,” ujarnya.

“Ada lembaga-lembaga yang merasa enggak boleh diaudit. Ini sedang saya…ini pekerjaan tidak ringan. Tapi kan saya tidak mau sedikit-sedikit mengeluh atau sedikit-sedikit mencari simpati rakyat, ya kan? Ini pekerjaan saya, saya dilantik untuk itu, saya bersihkan,” lanjutnya.

Langkah pembenahan, menurut Prabowo, juga menyasar sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dinilai selama ini menjadi salah satu titik lemah tata kelola.

“BUMN saya sedang bersihkan. BUMN selama ini salah satu kebobolan kita paling besar. Memang ini masalah Indonesia gitu lho. Di mana-mana. Iya kan?” katanya.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, Prabowo menyatakan masih merasakan dukungan dari masyarakat. Ia menilai, jika kepercayaan publik menurun, reaksi akan terlihat secara terbuka.

BACA JUGA:  Sapu Bersih BUMN: Prabowo Opsi Usut Direksi 30 Tahun ke Belakang Hingga Bentuk Pengadilan Ad Hoc

“Tapi percayalah bahwa tidak ada niat dari pemerintah, apalagi yang saya pimpin, untuk lakukan seperti itu. Come on, apa sih? Bener nggak? Rakyat kita nggak bodoh. Saya mau ingatkan ya, sampai hari ini rakyat yang di bawah itu dukung saya. Kalau memang rakyat tidak suka sama saya, bisa turun ke jalan rame-rame. Tapi mereka tahu, kalau rusuh, semua negara yang rugi,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan harus mengikuti mekanisme konstitusi, bukan tekanan di luar sistem.

“Mau ganti saya? Tunggu dong 2029. Jadi negara yang beradab. Sabar. Tapi yang saya lihat ya, Mbak Nana harus objektif juga sebagai seorang tokoh, bahwa destabilisasi, disinformasi itu bagian dari bernegara,” tegasnya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Nasional

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Berita Utama

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.