Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Habiburokhman Sebut Ada Upaya Gagalkan Pemilu

Habiburokhman Sebut Ada Upaya Gagalkan Pemilu

Nasional Sabtu, 13 Januari 2024 7:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

Jakarta, GazanaPublika.com – Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Habiburokhman, mengungkapkan adanya potensi penggagalan Pemilihan Umum 2024 berdasarkan laporan dari masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta, pada Jumat (12/4/2024).

Habiburokhman mengungkapkan bahwa terdapat beberapa indikasi penggagalan Pemilihan Umum 2024, dan salah satunya terkait terbitnya koran “Achtung”.

Advertisement

Dalam konferensi pers di Media Center Prabowo-Gibran, Jakarta, Jumat (12/4/2024), dia menyoroti penyebaran masif koran tersebut yang memuat fitnah, khususnya menuduh capres nomor urut 2, Prabowo Subianto sebagai penculik aktivis ’98.

“Pertama, penyebaran koran gelap ‘Achtung’ yang sangat masif yang isinya adalah fitnah. Ini sudah beredar selama 2-3 hari. Isinya konfirmasi fitnah, misalnya, ‘Inilah penculik aktivis ’98’. Foto Pak Prabowo difitnah sebagai penculik,” ungkap Habiburokhman.

Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran menegaskan bahwa ada empat fakta hukum yang membuktikan bahwa Prabowo tidak terlibat dalam hilangnya aktivis ’98.

“Penyebaran koran gelap ‘Achtung’ yang sangat masif yang isinya adalah fitnah. Ini sudah 2-3 hari beredar.”

“Isinya confirm fitnah, misalnya “Inilah penculik aktivis ’98”. ini foto Pak Prabowo difitnah penculik,” kata Habiburokhman.

Pertama, dalam persidangan Tim Mawar, tidak ada keterangan dari saksi yang menyebutkan adanya perintah dari Prabowo untuk menculik aktivis ’98.

Kedua, keputusan Dewan Kehormatan Perwira No. KEP/03/VIII71998/DKP dengan terperiksa Letjen Prabowo Subianto bukanlah keputusan peradilan dan bukan keputusan lembaga setengah peradilan.

BACA JUGA:  Pembangunan Blok Gas Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Minta Selesai Secepatnya

“Itu sifat putusannya pun hanya rekomendasi dan ini bisa dilihat di akhir keputusan tersebut,” jelas Habiburokhman.

Ketiga, Habiburokhman mencatat bahwa terdapat keputusan dari Presiden ke-3 RI, BJ Habibie, yang memberhentikan Prabowo sebagai Danjen Kopassus dengan hormat.

Terakhir, tambahnya, Komnas HAM tidak dapat melengkapkan hasil penyelidikan terkait dugaan pelanggaran HAM berat yang dialamatkan kepada Prabowo kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) sejak tahun 2006.

“Padahal menurut ketentuan Pasal 20 UU Nomor 26 Tahun 2000, waktu Komnas HAM untuk melengkapi hasil penyelidikan tersebut hanyalah 30 hari,” ujarnya.

Selanjutnya, Habiburokhman mengungkapkan bahwa terdapat upaya penghasutan terhadap mahasiswa untuk menggelar aksi demonstrasi dengan membentuk narasi politik dinasti dan menuntut penangkapan terhadap terduga pelanggar HAM. Menurutnya, usaha semacam ini dianggap tidak beralasan.

“Kita tahu di era pemilu ini kan sangat sensitif ketika adanya demonstrasi, tentu memancing adanya reaksi dari pihak-pihak lain.”

“Misalnya ada yang menuduh ini ada praktek politik dinasti dalam kontek negatif, padahal sebagian masyarakat menganggap tidak terjadi politik dinasti dalam konteks negatif,” ujarnya.

Habiburokhman mengakui bahwa pihaknya khawatir aksi demonstrasi dengan narasi semacam itu dapat membuat Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 menjadi tidak kondusif. Selanjutnya, dia menyatakan bahwa potensi penggagalan Pemilu 2024 tampak ketika muncul seruan terkait penangkapan terhadap para pelanggar HAM.

BACA JUGA:  Sinergi Penegak Hukum: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sambangi Kejagung, Tekankan Hilangnya Rivalitas

Meskipun menurutnya Prabowo tidak melanggar HAM, namun dia khawatir bahwa seruan tersebut dapat dimanipulasi untuk memfitnah pihak-pihak yang berkontestasi dalam Pemilu 2024.

“Dan ini tentunya menimbulkan reaksi dari masyarakat yang berpendapat sebaliknya bahwa tidak ada kontestan dalam pemilu ini yang melanggar HAM,” kata Habiburokhman.

Selanjutnya, dia menyampaikan bahwa pihaknya juga menerima laporan mengenai upaya pembenturan antara TNI dan masyarakat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Habiburokhman juga mengutip kasus pengeroyokan oleh oknum TNI terhadap relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali sebagai contoh.

Menurutnya, potensi insiden serupa dapat terjadi meskipun bukan pada saat Pemilu 2024..

“Itu bukan hal yang tidak pernah terjadi. Kalau toh terjadi, yang penting penanganannya. Kita lihat KSAD sudah tegas menindak semua oknum anggota TNI yang melakukan pelanggaran.”

“Tetapi ada pihak-pihak yang terus menggoreng isu ini, seolah-seolah TNI secara sistematis berpihak pada satu pihak dan mengintimidasi pihak yang lain,” ujarnya.

Terakhir, Habiburokhman mencatat adanya narasi yang mencoba menunda atau menghentikan bantuan sosial (bansos) saat Pemilihan Umum 2024. Dia mengklaim mengetahui hal tersebut ketika turun ke masyarakat.

Habiburokhman menyoroti bahwa jika hal tersebut terjadi, justru akan mengganggu keberlangsungan Pemilu 2024 secara damai.

“Reaksinya akan sangat keras dari masyarakat dan pertaruhannya tentu keberlangsungan pemilu yang kita inginkan secara damai tidak terwujud,” pungkasnya. (Sumber: Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

BERITA TERBARU

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version