Advertisement
Surabaya, GazanaPublika.com – Calon wakil presiden nomor urut satu, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menekankan pentingnya menjaga netralitas dalam pemilu 2024. Menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), jika presiden tidak netral, anggaran negara yang digunakan untuk pemilu akan menjadi sia-sia.
“Kita semua harus memastikan agar presiden dan anak buahnya tetap netral. Jika tidak, pemilu akan kehilangan legitimasinya dan triliunan biaya yang dihabiskan negara untuk pemilu akan menjadi sia-sia,” ujar Cak Imin di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu (6/1/2024).
Advertisement
Cak Imin mengingatkan bahwa ketidaknetralan presiden dalam pemilu dapat merusak demokrasi. Ia menyoroti bahwa jika demokrasi sudah terganggu, memperbaikinya menjadi sulit.
“Demokrasi akan terancam, bahkan mungkin perlu waktu hingga tiga kali pemilu untuk memulihkannya, dan belum tentu akan pulih dengan baik. Oleh karena itu, kita memiliki kewajiban untuk melawan kecurangan dan mengawasi jalannya pemilu dengan cermat,” tandas Cak Imin.
“Sekarang kita mohon-mohon Pak Jokowi mengakhiri jabatannya untuk benar-benar menjaga netralitas,” tambah Cak Imin.
Sebelumnya, Cak Imin telah menyarankan para menteri Kabinet Indonesia Maju agar menjaga nama baik Presiden Joko Widodo alias Jokowi di momen pemilu 2024 ini. Pernyataan Cak Imin ini sekaligus merupakan tanggapan terhadap pertemuan yang dilakukan Jokowi pada Jumat, 5 Januari 2024, dengan Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga capres nomor urut dua, Prabowo Subianto.
Jokowi juga dikenal telah bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, yang mendukung Prabowo dalam pilpres 2024; pertemuan antara Airlangga dan Jokowi terjadi pada Sabtu, 6 Januari 2024.
“Kita harus menjaga nama beliau, terus-menerus mengingatkannya, agar prestasi-prestasinya tidak terganggu dengan ketidaknetralan,” ujar Cak Imin di Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu, 6 Januari 2024. (Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
