Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Prabowo Tegas Soal Potongan Ojol, Minta Komisi Aplikator di Bawah 10 Persen

Prabowo Tegas Soal Potongan Ojol, Minta Komisi Aplikator di Bawah 10 Persen

Nasional Jumat, 1 Mei 2026 16:19 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Prabowo Subianto melontarkan sikap tegas terhadap skema potongan komisi yang selama ini dibebankan perusahaan aplikator kepada para pengemudi ojek online. Dalam pidatonya pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jumat (1/5/2026), Prabowo secara terbuka menolak pola setoran 20 persen yang selama ini menjadi keluhan utama kalangan pengemudi ojol.

Di hadapan lautan massa buruh, Prabowo mengangkat langsung persoalan yang dirasakan para pekerja transportasi daring, seraya menegaskan bahwa kerja keras para pengemudi tidak seharusnya dibebani potongan besar yang justru dinikmati perusahaan teknologi.

Advertisement

“Saudara-saudara, ojol. Ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya setiap hari, ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol, setuju 20 persen?” tanya Prabowo.

Pertanyaan itu langsung dijawab kompak oleh massa dengan teriakan keras: “Tidak!”

Prabowo lalu kembali menguji respons publik dengan angka yang lebih rendah. “Bagaimana 15 persen?” tanyanya.

BACA JUGA:  Makna Ganda di Balik Ritual Injak Kepala Kerbau Jokowi: Apresiasi Budaya sekaligus Isyarat Politik ke PDIP

Namun jawaban massa tetap sama: “Tidak!”

Saat angka 10 persen disebut, respons massa mulai berubah. Tetapi Prabowo justru melangkah lebih jauh. Ia menegaskan bahwa angka 10 persen pun menurutnya masih terlalu tinggi.

“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen,” ujar Prabowo, sebelum melanjutkan dengan nada tegas, “Harus di bawah 10 persen.”

Pernyataan itu sontak disambut sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari ribuan buruh yang hadir.

Menurut Prabowo, skema pembagian keuntungan yang timpang antara pengemudi dan aplikator merupakan sesuatu yang tidak adil. Ia menilai para pengemudi adalah pihak yang bekerja keras di lapangan, menghadapi risiko di jalan, bahkan mempertaruhkan keselamatan setiap hari, sehingga tidak layak jika bagian terbesar justru dinikmati pemilik platform digital.

“Enak saja, lu yang keringat, dia yang dapat duit, sorry aje,” kata Prabowo, disambut gelak sekaligus tepuk tangan massa.

Tak berhenti di situ, Prabowo juga mengeluarkan peringatan keras kepada perusahaan-perusahaan teknologi yang enggan mengikuti arah kebijakan negara, terutama jika model bisnis mereka dinilai merugikan pekerja Indonesia.

BACA JUGA:  DPR Gelar Pertemuan dengan Jajaran Pejabat Bank Indonesia Saat Rupiah Terperosok ke Rp 17.660

“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” tegasnya.

Sikap Prabowo ini sejalan dengan salah satu tuntutan utama Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dalam agenda May Day tahun ini. Dalam 11 poin tuntutan yang disampaikan kepada pemerintah, poin kesembilan secara khusus menyoroti pemotongan tarif ojek online oleh aplikator dan mendesak agar komisi dipangkas maksimal 10 persen.

Namun, dengan pernyataan terbaru Presiden, arah kebijakan tampaknya bergerak lebih progresif: bukan sekadar turun ke 10 persen, tetapi di bawah angka itu.

Jika sikap politik ini diterjemahkan menjadi regulasi, maka ini bisa menjadi salah satu perubahan paling signifikan dalam tata kelola ekonomi digital Indonesia—di mana negara mulai secara terbuka berdiri di sisi pekerja platform, memastikan bahwa teknologi tidak tumbuh di atas beban keringat mereka yang bekerja di lapangan.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.