Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Petani dan Buruh Satu Barisan di May Day 2026, Solidaritas ‘Beras Lanusa’ Menggema di Depan DPR

Petani dan Buruh Satu Barisan di May Day 2026, Solidaritas ‘Beras Lanusa’ Menggema di Depan DPR

Nasional Jumat, 1 Mei 2026 21:08 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di depan Gedung DPR RI, Jumat (1/5/2026), menghadirkan wajah perjuangan yang lebih luas dari sekadar isu ketenagakerjaan. Di tengah ribuan massa aksi yang memadati kawasan parlemen, sekitar 500 petani yang tergabung dalam Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) hadir, berdiri bahu-membahu bersama kaum buruh dalam satu barisan tuntutan yang sama: keadilan sosial bagi rakyat kecil.

Dalam barisan Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), kehadiran kaum tani memberi warna tersendiri pada peringatan May Day tahun ini. Mereka datang membawa suara tentang reforma agraria sejati, penghentian konflik agraria, penolakan terhadap perampasan ruang hidup rakyat, serta desakan agar negara lebih tegas melindungi hak-hak dasar masyarakat kecil—baik di sektor pertanian maupun dunia kerja.

Advertisement

Di tengah gelombang orasi dan bentangan spanduk tuntutan, perhatian massa tertuju pada satu aksi simbolik yang sarat makna: penyerahan ‘Beras Lanusa’ oleh petani KPA kepada perwakilan massa GEBRAK. Bukan sekadar simbol seremoni, penyerahan beras itu menjadi gambaran konkret tentang persaudaraan perjuangan—bahwa dari tanah yang digarap petani, lahir dukungan nyata bagi kaum pekerja yang berjuang mempertahankan martabat hidupnya.

BACA JUGA:  Sapu Bersih BUMN: Prabowo Opsi Usut Direksi 30 Tahun ke Belakang Hingga Bentuk Pengadilan Ad Hoc

KPA menegaskan, “Penyerahan Beras Lanusa menjadi bentuk solidaritas nyata kaum tani terhadap perjuangan kaum buruh, sekaligus menegaskan keterkaitan antara isu pangan, tanah, dan kesejahteraan pekerja.”

Pernyataan itu memotret satu kenyataan mendasar: tanpa keadilan agraria, kedaulatan pangan akan rapuh; tanpa perlindungan pekerja, kesejahteraan sosial akan terus timpang. Petani yang bergulat mempertahankan lahan, buruh yang berhadapan dengan upah murah dan outsourcing, nelayan yang kehilangan ruang tangkap, hingga masyarakat adat yang mempertahankan tanah ulayat—semuanya bertemu dalam satu simpul persoalan: ketidakadilan struktural yang belum terselesaikan.

Aksi GEBRAK sendiri membawa beragam tuntutan, mulai dari penghapusan sistem outsourcing, penolakan politik upah murah, perlindungan buruh informal, penghentian kriminalisasi rakyat yang memperjuangkan tanah, hingga percepatan reforma agraria yang berpihak pada rakyat. Kehadiran petani dalam momentum May Day mempertegas bahwa perjuangan buruh tidak berdiri sendiri, melainkan terkait erat dengan isu pangan, agraria, lingkungan hidup, dan hak-hak sosial warga negara.

BACA JUGA:  Kemenkeu Finalisasi Pengalihan Saham Whoosh, Kewajiban PSBI Tak Dibebankan Langsung ke APBN

Di depan gedung parlemen siang itu, yang tampak bukan sekadar demonstrasi rutin tahunan. Yang lahir adalah pertemuan dua kekuatan utama bangsa—petani dan buruh—yang selama ini menopang kehidupan ekonomi, namun kerap menjadi kelompok yang paling rentan tersisih dari buah pembangunan.

Dari hamparan sawah hingga lantai pabrik, dari desa hingga pusat ibu kota, satu seruan pun menggema dalam irama yang sama:

“Tanah untuk rakyat, kerja layak untuk buruh, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version