Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dua Sekolah Kompak Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar, Ketua Badan Sosialisasi MPR Nyatakan Bangga

Dua Sekolah Kompak Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar, Ketua Badan Sosialisasi MPR Nyatakan Bangga

Nasional Senin, 18 Mei 2026 19:55 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Sikap tegas ditunjukkan oleh SMAN 1 Sambas dan SMAN 1 Pontianak yang secara kompak menolak penyelenggaraan babak final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 2026. Menanggapi keputusan tersebut, Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto justru memberikan apresiasi yang tinggi. Ia menilai langkah kedua sekolah tersebut merupakan cerminan nyata dari penerapan nilai-nilai yang selama ini disosialisasikan lewat ajang cerdas cermat itu.

“Saya menanggapi respons kedua SMA ini dengan sangat bangga. Karena sebenarnya mereka telah mengimplementasikan apa yang mereka dapat dalam pelajaran 4 Pilar ini,” ujar Abraham kepada Kompas.com, Minggu (17/5/2026).

Advertisement

Menurut Abraham, esensi dari pemahaman kebangsaan telah dipraktikkan langsung oleh para siswa melalui keputusan tersebut. “Mengutamakan persatuan, mencari keadilan, menunjukkan toleransi yang tinggi lewat pernyataan-pernyataan mereka yang demokratis, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” imbuh dia.

Ajang ‘LCC’ sendiri sengaja digelar untuk generasi muda karena formatnya dianggap lebih menarik jika dibandingkan dengan metode sosialisasi konvensional. Abraham menerangkan bahwa tujuan mendasar dari Sosialisasi 4 Pilar adalah membekali generasi muda agar dapat memahami kehidupan berbangsa dan bernegara dengan benar, di samping memperluas wawasan kebangsaan serta rasa cinta terhadap Tanah Air.

BACA JUGA:  Disambut Haru di Balkon Paripurna, DPR Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

“Mendorong generasi muda memahami nilai demokrasi, toleransi, persatuan, dan konstitusi negara. Membentuk karakter pelajar yang nasionalis, dan berintegritas. Menumbuhkan budaya berpikir kritis, kerja sama tim dan sportivitas dalam berlomba,” jelas Abraham.

Sebelumnya, kisruh ini bermula saat MPR menetapkan keputusan untuk mengulang kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026. Pertandingan final tersebut sejatinya diikuti oleh tiga sekolah, yang mana SMAN 1 Sambas keluar sebagai pemenangnya. Namun, jalannya perlombaan kemudian mendapat sorotan tajam dari publik akibat adanya kekeliruan dari pembawa acara dan dewan juri. Kesalahan teknis itu dinilai telah merugikan pihak SMAN 1 Pontianak sekaligus memberikan keuntungan bagi SMAN 1 Sambas.

Merespons instruksi babak final ulang dari pihak MPR, SMAN 1 Pontianak langsung mengambil langkah tegas untuk tidak berpartisipasi. Pihak sekolah memperjelas bahwa protes yang mereka layangkan terkait pelaksanaan final sebelumnya murni bukan diniatkan untuk menjatuhkan kredibilitas kepanitiaan, lembaga, ataupun oknum individu tertentu.

BACA JUGA:  Dugaan Tindak Kekerasan yang Melibatkan Seorang Anggota Polisi Aktif Mencuat ke Publik

Langkah pengajuan keberatan tersebut ditegaskan sekolah sebagai bentuk upaya konfirmasi dan klarifikasi agar tercipta sebuah sistem perlombaan yang akuntabel, transparan, dan objektif. “SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan hanya untuk memperoleh kejelasan terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” tulis perwakilan sekolah.

Selang beberapa hari setelah maklumat dari Pontianak, pihak SMAN 1 Sambas pun menyusul dengan menyatakan penolakan terhadap adanya laga final ulangan. SMAN 1 Sambas memegang keyakinan penuh bahwa seluruh muridnya telah berkompetisi secara jujur dan patuh pada tata tertib yang sudah dirumuskan panitia serta disepakati bersama oleh seluruh peserta.

Tidak hanya itu, sekolah asal Kabupaten Sambas ini juga melayangkan bantahan keras atas beragam isu negatif, seperti prasangka pengaturan kemenangan, nepotisme, penyuapan, hingga tudingan kecurangan yang dialamatkan kepada pihak mereka.

“SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang provinsi Kalimantan Barat. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri menghormati proses yang sedang berlangsung dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana, objektif serta berkeadilan,” tegas pihak SMAN 1 Sambas.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

KPK Jawab Desakan Mahfud MD Terkait Kasus Febrie

Nasional

Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Sikapnya Plin-Plan

Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Nasional

Resmi Mendaftar ke Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Besutan Eks Jubir Anies Bersiap Menuju Pemilu 2029

BERITA TERBARU

Ketua DPD GRANAT Banten Kecam Dugaan Keterlibatan Kasat Narkoba Polres Tangsel dalam Kasus Narkotika

Diskominfo Kabupaten Serang Sosialisasikan Alur Pelayanan Digital Terpadu di Kramatwatu

Warga Kp. Sitoko Gelar Swadaya Cor Jalan, Minta Perhatian Pemkab Lebak & Pemprov Banten

Pembangunan Rumah Ratusan Juta di Baleendah Disorot, Status Kepemilikan Lahan Diragukan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

Djati Niscala Eco Theologi Sunda—Kajian Horoskop Pusaka Kujang Niscala Sunda

RAGAM

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.