Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sudaryono Resmi Dilantik, Pengamat Sorot Latar Belakang Politik dan PR Berat MBG

Sudaryono Resmi Dilantik, Pengamat Sorot Latar Belakang Politik dan PR Berat MBG

Nasional Rabu, 22 Juli 2026 21:36 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026) sore. Sudaryono dilantik untuk menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri karena alasan pengobatan jantung. Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran anggota Kabinet Merah Putih.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan pertimbangan di balik penunjukan Sudaryono. Menurutnya, mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut telah terlibat aktif mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak masih dalam tahap konsepsi hingga resmi digulirkan.

Advertisement

Meski demikian, keputusan penunjukan ini menuai nada skeptis dari sejumlah pengamat dan pengawas kebijakan pangan. Penunjukan Sudaryono yang merupakan sosok dekat dalam lingkaran Presiden Prabowo—pernah menjadi asisten pribadi pada 2014, Wasekjen Gerindra, serta Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah—dinilai rentan konflik kepentingan.

Ahli Kebijakan dan Kesehatan Pangan di MBG Watch, Isnawati Hidayah, menilai pengangkatan tersebut tidak didasarkan pada prinsip meritokrasi atau kepakaran di bidang pangan dan gizi, melainkan bernuansa nepotisme. Ia mengkhawatirkan pergantian pimpinan ini tidak akan membawa perbaikan signifikan pada tata kelola MBG yang dinilainya bermasalah sejak awal.

BACA JUGA:  Prabowo Beri Sinyal Kirim Nama Destry Damayanti ke DPR, Belum Tegas Soal Calon Gubernur BI

Merespons kritik yang beredar, Sudaryono seusai pelantikan mengakui perlunya pembenahan dalam tata kelola serta transparansi di tubuh BGN. Ia juga secara tegas menampik tuduhan keterlibatan bisnis dengan menyatakan bahwa dirinya maupun keluarganya tidak memiliki dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sejumlah Pekerjaan Rumah Berat Menanti

Di tengah pelantikan pimpinan baru, BGN dihadapkan pada tumpukan persoalan serius. Salah satu isu mendesak adalah desakan evaluasi dan audit terbuka atas insiden keamanan pangan. Merujuk data Komnas HAM selama 1,5 tahun pelaksanaan MBG, tercatat ada 449 kejadian luar biasa kasus keracunan pangan yang berdampak pada sekitar 38.000 orang. Sementara itu, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat 33.626 pelajar mengalami keracunan sejak awal 2025 hingga April 2026.

BACA JUGA:  Viral! Protes Diminta Cek Aroma MBG: Guru Bukan Anjing Pelacak

Selain masalah keamanan pangan, BGN juga disorot terkait ketimpangan sebaran dapur SPPG di lapangan. Peneliti Media Askar Wahyudi menyebut penempatan lokasi SPPG masih terbilang belum mendasar pada kebutuhan riil ketimpangan gizi. Dari total 27.469 unit SPPG di seluruh Indonesia, wilayah dengan angka stunting tinggi seperti Papua hanya mendapatkan porsi di bawah 1 persen. Sebaliknya, wilayah Pulau Jawa dengan tingkat stunting lebih rendah justru mendominasi hingga 53 persen dari total SPPG.

Sektor sipil berharap pimpinan baru BGN dapat segera merumuskan langkah perbaikan matang, termasuk kejelasan nasib kontrak dapur SPPG yang ada serta evaluasi menyeluruh agar tujuan utama peningkatan gizi anak bangsa dapat tercapai tanpa mengabaikan keselamatan dan pemerataan.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Nasional

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Suap Rp203 Miliar, Modus Pembayaran Jasa Hukum

BERITA TERBARU

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version