Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Doli Golkar Baca Gestur AHY: Sinyal Mulai Bidik Pilpres 2029

Doli Golkar Baca Gestur AHY: Sinyal Mulai Bidik Pilpres 2029

Nasional Senin, 7 September 2026 20:01 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya dapat dibaca sebagai sinyal politik menuju Pilpres 2029.

Doli mengatakan, secara substansi dirinya sepakat dengan pernyataan AHY mengenai pentingnya menjaga pertumbuhan demokrasi serta tanggung jawab seluruh elemen negara dalam menghadapi persoalan bangsa.

Advertisement

“Secara substansi, apa yang disampaikan oleh AHY, saya setuju sepenuhnya. Tentang pertumbuhan demokrasi yang harus terus dijaga, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pemerintah dan hak serta kewajiban warga negara,” kata Doli kepada wartawan, Senin (7/9/2026), dikutip dari detik.com.

Namun, Doli menilai terdapat pesan politik lain yang tersirat dari cara AHY menyampaikan pandangannya. Ia menyoroti gestur dan posisi politik AHY yang saat ini masih berada dalam pemerintahan.

“Namun, dilihat dari cara penyampaian, gestur dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang,” ujar Doli.

Menurut Doli, situasi tersebut menjadi menarik karena AHY saat ini merupakan bagian dari pemerintahan. Karena itu, ia menilai seluruh pihak yang berada di dalam pemerintahan semestinya turut bertanggung jawab terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

BACA JUGA:  Mencari Bukti Tambahan, KPK Sasar Rumah Silmy Karim Pasca Penahanan

“Padahal, kita semua saat ini, sebagai sebuah bangsa, sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Situasi yang dihadapi masyarakat juga tidak mudah. Dan AHY posisinya saat ini adalah bagian dari pemerintah yang seharusnya ikut bertanggung jawab atas situasi apa pun yang dihadapi,” katanya.

Doli kemudian melihat tanda-tanda persiapan menuju kontestasi Pilpres 2029 mulai semakin terbuka. Ia menyebut sejumlah kekuatan politik mulai menunjukkan arah dan posisi masing-masing meski masih berada dalam pemerintahan yang sama.

“Kesulitan yang dihadapi rakyat adalah tanggung jawab kita semua. Pemerintah, DPR, dan juga partai politik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Fenomena seperti itu semakin menguatkan bahwa ternyata magnet Pilpres 2029 tak bisa terhindarkan lagi dan semakin terbuka. Sepertinya beberapa kekuatan sudah mulai pasang kuda-kuda,” ungkapnya.

Doli juga menyinggung munculnya sejumlah poros politik yang mulai memperlihatkan sikap menjelang Pemilu 2029. Salah satunya adalah kelompok yang disebutnya sebagai poros politik Solo yang diwakili Budi Arie.

Ia kemudian membandingkannya dengan apa yang disebut sebagai poros Cikeas yang dinilainya mulai memberikan sinyal politik serupa.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo: Kalau Belum Dipanggil Tuhan, 'Saya Nanti di Hambalang Monitor'

“Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu poros politik (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi poros politik (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat. Padahal kedua poros ini sedang bersama-sama berada satu kapal di dalam pemerintahan,” ujar Doli.

Meski membaca adanya dinamika politik tersebut, Doli menegaskan Partai Golkar menghormati sikap dan agenda politik setiap partai. Menurutnya, keputusan untuk menentukan arah politik menuju Pilpres 2029 merupakan kewenangan masing-masing partai.

“Memang menjadi agak unik, bila dalam waktu dekat, salah satu poros politik penting lain (Teuku Umar), tidak kunjung menyatakan siap bertarung pada Pilpres 2029. Buat kami, Partai Golkar, tentu kami menghormati apa yang menjadi agenda, sikap, keputusan, dan langkah setiap partai politik,” katanya.

Doli menegaskan Golkar untuk sementara masih berfokus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga 2029.

“Itu adalah kedaulatan dan otoritas masing-masing partai politik. Kami saat ini, hingga 2029, tetap fokus untuk membantu menyukseskan seluruh program pemerintahan Prabowo-Gibran, membantu sekuat tenaga agar rakyat bisa segera keluar dari masalah yang dihadapi,” pungkasnya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kejari Kabupaten Bandung Nyatakan Berkas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Lengkap

Nasional

Febrie Adriansyah Diperiksa sebagai Tersangka, Kasus Asabri-Jiwasraya

Berita Utama

BMKG Perbarui Info Sebaran Abu Anak Krakatau, Jakarta Tak Lagi Masuk Wilayah Terdampak

Nasional

Kapolri Beri Ucapan Selamat Milad ke-3 TTKKBI

BERITA TERBARU

AMBAS Tolak Rencana Jokowi ke Banten Selatan

Kejari Kabupaten Bandung Nyatakan Berkas Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Taufik Hidayat Lengkap

Polda Banten dan Basarnas Lakukan Pencarian Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak di Selat Sunda

23 Siswa MAN 2 Rembang Terserang Diare Massal, Penyebab Masih Diselidiki

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.