Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih menunjukkan gejolak vulkanik yang cukup intens. Badan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan bahwa potensi letusan susulan bisa terjadi kapan saja mengingat kondisi di dalam perut gunung yang belum stabil.
Tingginya aktivitas ini ditandai dengan masih terdeteksinya serangkaian gelombang kegempaan yang erat kaitannya dengan pergerakan magma dan cairan di dalam gunung.
Advertisement
Untuk memantau perkembangan terkini, pengawasan secara menerus dilakukan dari dua titik Pos Pengamatan Gunung Api, yaitu di Pasauran (Banten) dan Kalianda (Lampung). Setiap data yang masuk langsung dianalisis oleh para ahli.
Selama periode pengamatan hari ini sejak pagi hingga tengah hari, mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat beberapa kali kejadian gempa. Di antaranya adalah gempa frekuensi rendah atau low frequency sebanyak 17 kali yang berhubungan dengan pergerakan cairan vulkanik.
Selain itu, tercatat pula gempa fase banyak atau hybrid sebanyak 23 kali yang mengindikasikan adanya pergeseran atau retakan batuan di dalam gunung. Petugas juga merekam keberadaan tremor harmonik serta getaran tremor yang terjadi secara terus-menerus sebanyak 9 kali.
Melihat tingginya intensitas kegempaan tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini dipastikan masih berada dalam Level III dengan status Siaga.
Advertisement
