GazanaPublika.com, Jakarta – Kedatangan bekas kapal induk Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026), mendapat perhatian dari sejumlah media asing. Kapal yang nantinya menjadi KRI Sriwijaya itu disebut sebagai kapal induk pertama dalam armada TNI Angkatan Laut.

Kedatangan Garibaldi menjadi perhatian media internasional bukan hanya karena statusnya sebagai kapal induk pertama Indonesia, tetapi juga karena rencana penggunaannya. TNI AL menyebut kapal tersebut akan diarahkan terutama untuk operasi militer selain perang, termasuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, di samping tetap menjalankan patroli serta diplomasi maritim.

Media China, Xinhua, memberitakan kedatangan Garibaldi di Tanjung Priok dengan menyoroti penyambutan kapal tersebut. Dalam laporan Xinhua disebutkan lima pesawat dari Pusat Penerbangan TNI AL terbang di atas kawasan pelabuhan saat acara penyambutan.

Xinhua juga mencatat kapal tersebut diberikan pemerintah Italia kepada Indonesia sebagai hibah. Media tersebut mengutip keterangan TNI AL bahwa kapal akan digunakan terutama untuk operasi non-tempur, seperti bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, sekaligus mendukung patroli maritim dan diplomasi maritim.

Sementara itu, media Singapura The Straits Times menempatkan kedatangan Garibaldi sebagai bagian dari peningkatan kemampuan angkatan laut Indonesia. Media tersebut mencatat kapal berusia 41 tahun itu tiba setelah menempuh perjalanan sekitar tiga minggu dari Italia.

The Straits Times juga melaporkan kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya dan dijadwalkan menjalani prosesi pengibaran bendera Indonesia pada 24 September. Media itu menyebut program retrofit kapal tersebut memiliki anggaran sekitar S$517,5 juta.

Kedatangan kapal ini juga mendapat perhatian Naval News, media yang secara khusus meliput isu pertahanan dan kemaritiman. Naval News menyebut masuknya Garibaldi ke wilayah Indonesia sebagai momen bersejarah karena kapal tersebut menjadi kapal induk pertama Indonesia.

Menurut laporan Naval News, Garibaldi berangkat dari Taranto, Italia, pada 24 Agustus dengan awak gabungan Italia dan Indonesia. Setelah memasuki wilayah Indonesia, kapal tersebut disambut dan dikawal KRI Brawijaya-320 serta KRI Prabu Siliwangi-321.

Sorotan juga datang dari media Amerika Serikat, termasuk The Washington Post yang menerbitkan laporan mengenai kedatangan kapal tersebut. Laporan itu tidak hanya membahas aspek pertahanan, tetapi juga menyoroti perdebatan mengenai biaya, kebutuhan operasional dan rencana penggunaan kapal yang telah berusia lebih dari empat dekade tersebut.

Dalam laporan tersebut, Garibaldi disebut akan diarahkan sebagai platform bergerak untuk mendukung operasi helikopter, drone dan penanganan bencana. Kapal itu juga direncanakan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan serta operasi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, sejumlah analis yang dikutip media Amerika memberikan perhatian terhadap biaya modernisasi dan pengoperasian kapal dalam jangka panjang. Pertanyaan yang muncul antara lain mengenai kemampuan Indonesia mempertahankan kesiapan operasional kapal serta prioritas belanja pertahanan di tengah kebutuhan penguatan armada lainnya.

Di dalam negeri, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan kapal tersebut masih dalam kondisi baik dan diharapkan dapat digunakan TNI AL selama 15 hingga 20 tahun ke depan. The Straits Times juga mencatat kapal tersebut sebelumnya digunakan Angkatan Laut Italia sejak 1985 hingga dipensiunkan pada 2024.

Garibaldi tiba di Dermaga 107 Tanjung Priok sekitar pukul 07.58 WIB, Jumat pagi. Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Italia pada 24 Agustus dan memasuki wilayah Indonesia melalui perairan Bangka. Setelah masuk perairan Indonesia, kapal dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Pemerintah Indonesia menyatakan Garibaldi akan menjadi bagian dari penguatan kemampuan maritim sekaligus mendukung operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di negara kepulauan. Kapal tersebut nantinya secara resmi menggunakan nama KRI Sriwijaya.

Redaksi

Exit mobile version