Advertisement
Jakarta, GazanaPublika.com – Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar masyarakat jangan mudah digoyang dengan menggunakan program Bansos dalam menentukan pilihan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
“Saya tanya, siapa yang coba terima bansos angkat tangan. Hey, jangan bohong, ya gak papa terima saja, tapi coblosnya jangan goyang loh,” ucap Megawati di hadapan pendukung Ganjar-Mahfud di Stadion Utama GBK, Jakarta, pada Sabtu (3/2).
Advertisement
Megawati menegaskan agar masyarakat tidak terperdaya oleh bansos yang diberikan oleh pemerintah. Ia menekankan bahwa bansos berasal dari uang rakyat yang merupakan kewajiban pemerintah untuk memberikannya kepada masyarakat.
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya pemilihan berdasarkan pertimbangan yang jelas, tanpa terpengaruh oleh bantuan sosial. Megawati berharap agar masyarakat tetap memilih sesuai dengan keyakinan dan pemahaman terhadap visi serta program calon presiden dan calon wakil presiden.
“Siapa yang mau goyang, hayo siapa yang mau goyang. Loh orang bansos uang rakyat e.. Jangan lupa loh,” kata Mega.
“Woa kayanya. Lolo-lolo ini duitnya dari mana ya. Jadi kalau mikir itu mikir lurus, ingat loh, ibu ngomong loh. Nyoblosnya lima menit, kalau salah memilih pemimpin ngerasain akibatnya lima tahun,” tambah Mega.
Jangan Takut Intimidasi
Megawati Soekarnoputri meminta seluruh pendukung yang hadir untuk menyuarakan kebenaran tanpa takut intimidasi, dan tidak tergoda hanya karena menerima bantuan sosial (bansos).
“Saya minta kepada seluruh pendukung yang hadir, ikut menyuarakan kebenaran. Jangan takut dengan intimidasi, jangan khawatir hanya karena tidak mendapat bansos,” ucap Megawati di hadapan pendukung Ganjar-Mahfud di Stadion Utama GBK, Jakarta.
Dalam pertanyaan retoris, Megawati menyoroti intimidasi terhadap rakyat sebelum seseorang menjadi presiden, dengan menggunakan uang negara. Ia menegaskan bahwa pemimpin seharusnya tidak melakukan intimidasi terhadap rakyat.
“Mau pilih yang seperti itu atau tidak? Coba yang teguh, tidakkkk. Bahkan ibu yang sudah tua pun kesulitan mengeluarkan suara karena rasa takut. Rakyat menjadi penakut karena tidak mengerti undang-undang, hanya disuruh-suruh, haknya tidak digunakan,” tambahnya.
Pernyataan Megawati menekankan pentingnya suara rakyat yang bebas, tanpa tekanan, dan berdasarkan pada pemahaman akan kebenaran dan visi pemimpin yang diinginkan. (Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
