Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Arifki Chaniago, Hak Angket Kemungkinan Gagal dan Berpotensi Hadapi Hambatan

Arifki Chaniago, Hak Angket Kemungkinan Gagal dan Berpotensi Hadapi Hambatan

Nasional Kamis, 7 Maret 2024 18:57 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

Jakarta, GazanaPublika.com – Arifki Chaniago, Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, menyatakan bahwa usulan hak angket yang diajukan oleh PKS, PKB, dan PDIP berpotensi mengalami kegagalan. Meskipun jumlah anggota DPR dari partai koalisi 01 dan 03 lebih dominan dibandingkan partai-partai koalisi 02, PPP dan NasDem pada rapat paripurna belum menyatakan sikap terbuka.

“Artinya, partai-partai yang berpotensi mengusulkan hak angket dapat menghadapi hambatan sebelum mencapai kesepakatan,” ujar Arifki dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (7/3/2024).

Advertisement

Arifki meyakini bahwa PPP dan NasDem sedang mempertimbangkan untuk bergabung dalam usulan hak angket. PPP masih berjuang untuk memastikan perolehan kursi parlemen di Pileg 2024, sementara NasDem sepertinya masih menunggu langkah dari PDIP sebelum mengambil sikap.

BACA JUGA:  Aktivis Pemuda Tolak Upaya Damai Dugaan Pencabulan Anak

“Ketidakhadiran Puan Maharani di rapat paripurna menimbulkan persepsi bahwa PDIP belum satu suara soal hak angket,“ yakin Arifki.

Arifki menilai bahwa sejak awal, usulan hak angket terkesan lebih sebagai gertakan daripada langkah serius. Terutama, para ketua umum partai yang mendukung pasangan 01 dan 03 masih terlihat bersikap hati-hati dan terpolarisasi terhadap situasi pilpres serta dukungan terhadap capres dan cawapres.

“Pada akhirnya, setiap partai koalisi tersebut cenderung mengkalkulasi keuntungan yang dapat diperoleh dari realisasi hak angket,” ungkapnya.

Arifki menegaskan bahwa pada akhirnya, hak angket menjadi ruang negosiasi bagi partai pendukung 01 dan 03 untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Ini dikarenakan kebutuhan akan partai tambahan dalam pemerintahan baru menjadi salah satu strategi untuk menjaga kekuatan di parlemen.

BACA JUGA:  Polda Banten Ungkap Jejak Sinyal Jurnalis dalam Pencarian Kapal yang Hilang Kontak

“Maka dari itu, agenda partai pendukung 01 dan 03 beragam dalam melihat peluang hak angket sebagai keuntungan,” tambah Arifki.

Menurut Arifki, partai-partai saat ini baru saja mengalami pertempuran dalam Pemilu. Keputusan untuk menjadi oposisi dari awal tentu merupakan langkah yang berat.

“Meskipun PDI-P terlatih sebagai partai oposisi, partai ini menjadi bagian dari kekuasaan selama dua periode pemerintahan Jokowi. Sebaliknya, PKS selama dua periode tersebut berada dalam posisi oposisi. Jika ada tawaran untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran, langkah tersebut mungkin sulit untuk ditolak oleh PKS,” tandas Arifki.(sumber: Liputan6.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

BERITA TERBARU

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version