Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Hadapi Gugatan Kubu Ganjar, Yusril: Kejadian Seperti Dulu Bisa Terulang

Hadapi Gugatan Kubu Ganjar, Yusril: Kejadian Seperti Dulu Bisa Terulang

Berita Utama Kamis, 14 Maret 2024 15:22 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com – Kubu pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, telah menyatakan kesiapannya untuk menghadapi gugatan terkait sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Meskipun dihadapkan pada ancaman Kapolda yang akan menjadi saksi, mereka menegaskan bahwa mereka tidak gentar.

Wakil Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, juga mengungkit pengalaman saat dirinya menjadi tim pembela Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dalam sengketa pemilu pada Pilpres 2019. Saat itu, kubu lawan politiknya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, mengancam akan membawa keponakan Mahfud MD untuk menjadi saksi ahli. Keponakan Mahfud dianggap sebagai sosok hebat yang dapat membongkar kebobrokan IT KPU dalam narasi mereka.

Advertisement

Dengan sikap teguh dan kesiapan menghadapi segala tantangan, kubu Prabowo-Gibran menegaskan bahwa mereka siap untuk membuktikan kebenaran dan mempertahankan hasil pemilu. Pada saat yang sama, mereka menegaskan keyakinan mereka dalam keadilan dan proses hukum yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi.

“Dulu juga pernah dibilang begitu oleh keponakannya Pak Mahfud, ada seorang pakar IT dari ITB yang menciptakan robot dan bisa membongkar kejahatan IT-nya KPU,” kata Yusril saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/3/2024).

BACA JUGA:  Saldi Isra Cecar KPU soal Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran: Kenapa Tak Datang ke Diknas?

Yusril mengungkapkan bahwa keponakan Mahfud MD sebenarnya menjadi bahan olok-olok saat menjadi saksi ahli di MK. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa yang bersangkutan hanya lulusan S1.

Menurut Yusril, anak tersebut bahkan menjadi bahan tertawaan selama sidang gugatan pemilu di MK karena tidak ada yang mau bertanya kepadanya, meragukan kemampuannya karena kurang pemahaman.

“Ia baru saja lulus S1 kemarin, dia tidak mengerti apa-apa tentang hal itu. Setelah dia menjelaskan, hakim bertanya apakah ada yang ingin bertanya, namun tidak ada yang tertarik. Akhirnya kita semua tertawa,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menceritakan pengalaman dengan seorang insinyur, Said Didu, yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang gugatan MK. Namun, saksi itu juga tidak berhasil karena lebih banyak memberikan pendapat pribadi.

“Pak Said Didu dihadirkan sebagai saksi bukan ahli, namun dia memberikan pendapat pribadi, ‘menurut saya begini’, yang tidak relevan sebagai saksi. Akhirnya, kita tidak bertanya apa-apa,” tambahnya.

BACA JUGA:  Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Dengan demikian, Yusril menyatakan kemungkinan kejadian ini dapat terulang dalam sidang gugatan sengketa pemilu pada Pilpres 2024. Bisa jadi saksi Kapolda yang dihadirkan tidak memiliki kapasitas untuk menjelaskan masalah yang diajukan.

Yusril juga menyoroti bahwa Kapolda hanya mengurusi satu provinsi, sementara masalah yang terjadi di daerah tersebut tidak mewakili seluruh wilayah Indonesia.

“Indonesia terdiri dari 39 provinsi, harus menang di setengah provinsi plus satu. Kapolda hanya ada di satu provinsi, jadi apakah dia bisa mewakili 38 provinsi lainnya jika mengungkapkan penipuan dan pengerahan massa di daerah tempat dia bertugas?” tegasnya.

Sehubungan dengan itu, kubu Prabowo-Gibran telah menyiapkan 35 pengacara untuk menghadapi gugatan Pilpres 2024 di MK. Tim ini akan dipimpin oleh Yusril Ihza Mahendra sebagai ketua tim pengacara, dengan dukungan pengacara terkenal seperti Otto Hasibuan, OC Kaligis, dan Fahri Bachmid sebagai Wakil Ketua Tim Pengacara, yang ditunjuk langsung oleh Prabowo Subianto. (Sumber: Tribunnews.com)

Advertisement

Ganjar Pranowo
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version