Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Dalam Waktu Dekat, Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia

Dalam Waktu Dekat, Paus Fransiskus Kunjungi Indonesia

Nasional Sabtu, 13 April 2024 10:25 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: Paus Fransiskus (sumber: antaranews.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Kabar gembira untuk Indonesia. Dalam waktu dekat, pemerintah Indonesia dan Takhta Suci secara bersamaan akan mengumumkan rencana kunjungan Paus Fransiskus (89) ke Indonesia, Jakarta (12/4/2024)

Dalam kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia ini menjadi bagian dari perjalanan apostoliknya ke empat negara Asia, termasuk Indonesia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Advertisement

Perjalanan apostolik ini merupakan yang ke-43 sejak Paus Fransiskus memulai masa kepausannya pada tahun 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, yang menjadi pembuka perjalanan apostoliknya ke Asia-Pasifik, dijadwalkan berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 September 2024. Perjalanan ini dinanti-nantikan sebagai momen bersejarah bagi Indonesia dan umat Katolik di seluruh negeri.

Menyoal hal ini, Paus Fransiskus akan menjadi paus ketiga yang mengunjungi Indonesia. Sebelumnya, dua paus yang telah mengunjungi Indonesia adalah Paus Paulus VI pada 3 Desember 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada 8-12 Oktober 1989.

Dalam rilis yang diterima Tribunnews.com pada Jumat (12/4/2024), Dubes RI Untuk Vatikan, Trias Kuncahyono, menjelaskan bahwa kunjungan Paus Fransiskus ini dilaksanakan atas undangan Pemerintah Indonesia dan Konferensi Wali Gereja Indonesia.

BACA JUGA:  Mensesneg Minta Hotman Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Presiden

Kunjungan ini memiliki nilai sejarah yang tinggi, mengingat sejarah hubungan yang panjang antara kedua negara. Indonesia dan Takhta Suci telah menjalin hubungan sejak tahun 1947.

Takhta Suci, yang mendukung kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan NKRI, menjadi salah satu negara pertama yang menjalin hubungan dengan Indonesia. Hubungan ini sudah terjalin sejak zaman revolusi, di mana Paus Pius XII memberikan dukungan dan doa untuk perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya.

Hubungan tersebut terus dipelihara dan berkembang hingga saat ini. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia sangat menyambut baik rencana kunjungan Paus Fransiskus, yang sebenarnya telah dijadwalkan pada tahun 2020. Namun, karena pandemi Covid-19, rencana kunjungan tersebut harus ditunda.

Makna Persaudaraan

Dalam memaknai kunjungan Paus Fransiskus ini, penting untuk mempertimbangkan dua hal.

Pertama, Paus adalah pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia. Oleh karena itu, kunjungan ini dapat dianggap sebagai kedatangan seorang gembala pada kawanan domba (umatnya), atau sebagai kunjungan Paus kepada umatnya. Kehadiran gembala pada umatnya memiliki tujuan utama untuk menyapa, memberikan kebahagiaan, meneguhkan iman, dan memperkuat semangat pelayanan.

BACA JUGA:  Ledakan Gas Terjadi di Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka-Luka dan Puluhan Bangunan Rusak

Kedua, Paus juga merupakan Kepala Negara Takhta Suci. Sebagaimana kunjungan seorang kepala negara ke negara lain, kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan dan memperkokoh hubungan antara kedua negara.

Dari dua aspek ini, kunjungan Paus ke Indonesia memiliki makna yang penting tidak hanya bagi umat Katolik di Indonesia, tetapi juga bagi bangsa Indonesia yang beragam agama. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat pesan toleransi, persatuan, dan perdamaian dunia, serta menjalin persaudaraan di antara umat beragama.

Selama ini, Paus Fransiskus telah giat memperjuangkan semangat persaudaraan, perdamaian, toleransi, dan kerukunan antar umat beragama. Melalui Dokumen Abu Dhabi yang ditandatangani pada 4 Februari 2019 bersama Imam Besar al Ashar, Mesir, Ahmad al-Tayyib di Abu Dhabi, Paus Fransiskus mengajak seluruh umat beragama untuk membangun dan memelihara persaudaraan serta perdamaian. Dokumen ini menjadi landasan berharga dalam membangun perdamaian dan kehidupan harmonis di antara umat beragama. Selain itu, melalui ensiklik “Fratelli Tutti” yang berarti “kita semua adalah saudara”, Paus Fransiskus mengingatkan kita akan persaudaraan universal. (Sumber: tribunnews.com)

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version