Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Paloh Mau Minta Jatah Menteri Tapi Segan

Paloh Mau Minta Jatah Menteri Tapi Segan

Nasional Kamis, 2 Mei 2024 22:06 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Presiden terpilih periode 2024-2029 sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menjabat tangan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kiri) beserta jajaran petinggi Partai NasDem lainnya di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (25/4/2024). Usai pertemuan Surya Paloh menyatakan Partai NasDem akan mendukung pemerintahan baru di bawah pimpinan presiden terpilih Prabowo Subianto. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

Advertisement

GazanaPublika.com – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku samgat segan untuk meminta jatah menteri kepada presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto. Padahal menurut Surya Paloh hubungannya dekat dengan Prabowo dan mengaku keduanya sahabat lama.

“Ya kan ada perasaan sungkan- sungkan juga kan hahaha,” ujar Paloh saat ditemui di Akademi Bela Negara Partai Nasdem, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2024).

Advertisement

“(Meski saya) sahabat (dengan Prabowo),” sambung dia.

Paloh menyatakan bahwa sejauh ini belum ada pembicaraan dengan Prabowo mengenai kursi menteri.

Menurutnya, hanya Prabowo dan Gibran Rakabuming sebagai presiden dan wakil presiden terpilih yang memiliki wewenang untuk membahas masalah menteri.

“Kita belum tahu. Memang yang memiliki otoritas untuk hal tersebut sudah kalian ketahui,” ujar Paloh.

BACA JUGA:  Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Pada Sabtu (27/4/2024), Paloh juga menyebut partainya belum menerima tawaran kursi menteri dari Prabowo, dan bahkan tidak ada pembahasan soal itu di internal Nasdem.

Paloh menegaskan partainya realistis dan tidak mengharapkan kursi menteri.

“Belum ada (tawaran menteri) dan kami tidak membicarakan hal itu,” ujar Paloh di Kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu.

Seperti diketahui, Partai Nasdem telah menyatakan dukungannya untuk pemerintahan Prabowo-Gibran setelah bertemu dengan Prabowo pada Kamis (25/4/2024) pekan lalu.

Meskipun Nasdem sebelumnya mendukung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada Pemilihan Presiden 2024, Paloh menjelaskan bahwa partainya memutuskan mendukung Prabowo-Gibran berdasarkan kepentingan nasional yang lebih besar.

“Kami semua berkesimpulan, spirit semangat jiwa besar ini modal utama yang kita butuhkan. Berangkat dari sini Nasdem kembali menegaskan mendukung pemerintahan baru, Prabowo-Gibran,” ujar dia, dikutip dari Kompas.id, Kamis pekan lalu.

BACA JUGA:  Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

Surya Paloh menyatakan bahwa partainya memilih mendukung Prabowo-Gibran setelah melakukan pertimbangan mendalam dan kontemplasi terkait masa depan bangsa.

Menurutnya, penting untuk menyatukan kekuatan para elite dalam menghadapi tantangan global yang semakin besar.

“Memang ada pilihan karena bukan saya yang meminta, tetapi kesempatan, dorongan, keinginan, dan semangat untuk bergabung dengan pemerintahan saya pikir itu lebih baik. Itulah keputusan saya dan Nasdem,” tambah Surya Paloh.

Saat bertemu Prabowo, Surya Paloh juga membahas peran partai jika bergabung dengan pemerintah dan oposisi.

Menurutnya, jika bergabung dengan pemerintah, partai harus memiliki keikhlasan dan semangat untuk mengutamakan objektivitas, sambil tetap mempertahankan daya kritis dan nalar.

Sumber: kompas.com

Advertisement

Menteri
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version