Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Jusuf Kalla Sentil Presiden Terpilih Prabowo Terkait Rencana Penambahan Kementerian

Jusuf Kalla Sentil Presiden Terpilih Prabowo Terkait Rencana Penambahan Kementerian

Nasional Selasa, 7 Mei 2024 20:36 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Yusuf Kalla (sumber: tempo.co)

Advertisement

GazanaPublika.com -Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) memberikan kritik terhadap Presiden Terpilih Prabowo Subianto terkait rencananya menambah jumlah kementerian dalam kabinet mendatang. Prabowo berencana meningkatkan jumlah kementerian dari 34 menjadi lebih dari 40, yang menurut JK justru dapat mengubah orientasi kabinet menjadi lebih politis.

JK menyatakan bahwa jika rencana ini benar-benar terjadi, maka kabinet yang terbentuk bukan lagi kabinet kerja yang efektif, melainkan lebih mengutamakan kepentingan politik.

Advertisement

“Ada juga unsur mengakomodasi partai pendukung. Namun, itu berarti bukan lagi kabinet kerja, tetapi kabinet yang lebih politis,” ujar JK saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2024).

Kendati demikian, JK menegaskan bahwa penambahan jumlah kementerian ini harus disertai dengan perubahan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara.

BACA JUGA:  Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

JK menyoroti bahwa kabinet yang terlalu banyak mengakomodasi kepentingan partai pendukung bisa mengganggu efektivitas dan efisiensi pemerintahan. Oleh karena itu, ia berharap Prabowo dapat mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan terkait penambahan kementerian.

Kritik JK menjadi sorotan publik dan menimbulkan perdebatan mengenai arah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran. Semua pihak berharap keputusan akhir akan tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, bukan hanya politik semata.

Jusuf Kalla juga menekankan bahwa para pejabat yang menduduki posisi di kabinet haruslah profesional dalam bidang kementerian mereka masing-masing.

“Dulu, kabinet kerja dibagi antara posisi yang diisi oleh profesional dan posisi yang ditempati politisi. Namun, para politisi juga harus kompeten dalam bidang yang mereka tangani,” kata JK.

BACA JUGA:  Universitas Republik Indonesia Siapkan 10 Kampus Terintegrasi

Menurutnya, jumlah kementerian yang ideal bergantung pada program kerja yang ingin dicapai oleh pemerintah.

Namun, ia menambahkan bahwa 34 kementerian sudah cukup ideal setelah diperhitungkan.

“Di masa lalu, kita pernah memiliki 100 menteri yang sangat politis, ingin memberikan peluang kepada semua orang, tetapi itu tidak efektif. Jadi, 34 sudah cukup ideal, dan sesuai dengan rata-rata negara lain,” jelasnya.

“Sebagai negara kesatuan, jumlah kementerian kita lebih besar dibandingkan negara federal seperti Amerika yang hanya memiliki 15 kementerian. Jadi, jumlah kementerian harus disesuaikan dengan kebutuhan pemerintah. Jika 40 diperlukan, maka silakan, tetapi jika cukup dengan 34-35, maka bisa dipertahankan dengan menggabungkan beberapa kementerian jika perlu,” ujar JK.

Sumber: Kompas.com

Advertisement

Menteri Prabowo
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

BERITA TERBARU

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version