Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gerindra Tepis ‘Prabowo Effect’ Melebihi ‘Jokowi Effect’ di Pilkada

Gerindra Tepis ‘Prabowo Effect’ Melebihi ‘Jokowi Effect’ di Pilkada

Berita Utama Senin, 24 Juni 2024 1:44 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Presiden terpilih Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara (sumber: kompas.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Wacana mengenai pengaruh dominan ‘Prabowo effect’ dibandingkan ‘Jokowi effect’ dalam Pilkada mendatang mendapat tanggapan tegas dari Partai Gerindra. Wakil Ketua Umum Gerindra, Habiburokhman, menyatakan pandangan tersebut kurang tepat dan meremehkan kecerdasan pemilih.

“Ini cara berpikir formalistik yang kurang tepat, dan terkesan mengabaikan kecerdasan rakyat,” ujar Habiburokhman kepada wartawan pada Minggu (23/6/2024).

Advertisement

Habiburokhman menegaskan bahwa pemilih tidak hanya mempertimbangkan siapa yang sedang berkuasa saat menentukan pilihan mereka. Menurutnya, rakyat memiliki preferensi berdasarkan karakter dan rekam jejak tokoh yang bersangkutan.

“Preferensi rakyat tidak seformal itu. Mereka tidak hanya mengacu pada siapa yang sedang menjabat. Sebaliknya, mereka memandang seorang tokoh dari karakter dan rekam jejak,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

Dalam pandangan Habiburokhman, baik Presiden Jokowi maupun Presiden terpilih Prabowo Subianto memiliki pengaruh yang kuat dan sepatutnya tidak dibandingkan secara antagonis. Kedua tokoh ini, menurutnya, saling mendukung dan memiliki rekam jejak yang baik di mata rakyat.

“Seperti Pak Jokowi yang karakter dan rekam jejaknya dianggap baik, saya yakin pengaruhnya akan tetap besar. Begitu juga karakter dan rekam jejak Pak Prabowo dianggap baik oleh rakyat, pengaruh beliau pun juga besar,” jelas Wakil Ketua Komisi III DPR tersebut.

Ia juga menekankan bahwa membandingkan pengaruh antara Jokowi dan Prabowo adalah hal yang tidak tepat karena keduanya memiliki hubungan yang baik dan saling mendukung dalam menjalankan tugas kenegaraan.

“Tidak tepat membanding-bandingkan lebih besar mana pengaruh Pak Prabowo atau Pak Jokowi karena beliau berdua bersahabat dan saling support. Tidak ada perbedaan antagonis di antara beliau berdua,” tambah Habiburokhman.

BACA JUGA:  Saldi Isra Cecar KPU soal Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran: Kenapa Tak Datang ke Diknas?

Sebelumnya, survei Litbang Kompas menunjukkan bahwa ‘Jokowi effect’ diprediksi akan dominan dalam Pilkada 2024. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyebut hasil ini wajar karena Jokowi saat ini masih menjabat sebagai Presiden, sehingga preferensi politik pemilih cenderung mendukung mereka yang dekat dengan Jokowi.

Namun, dengan kursi presiden yang akan segera diduduki oleh Prabowo Subianto sebelum Pilkada 2024 berlangsung, Adi Prayitno menganalisis bahwa preferensi politik pemilih bisa berubah. Figur sentral dalam preferensi pemilih nantinya diprediksi akan bergeser dari Jokowi ke Prabowo.

Sumber: tribunnews.com

Advertisement

Joko Widodo Pilkada Prabowo
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

BERITA TERBARU

Gerakan Sembilan Desak Pemkab Lebak Tutup Batching Plant PT BCL dan PT Alin

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version